Menteri BUMN: Merpati Sudah Lama 'Berdarah'

Menteri BUMN: Merpati Sudah Lama 'Berdarah'

- detikFinance
Senin, 06 Jun 2011 11:07 WIB
Menteri BUMN: Merpati Sudah Lama Berdarah
Jakarta - Pemerintah mengakui selama ini kondisi PT Merpati Nusantara Airlines selalu 'berdarah' alias merugi. Karena itu pemerintah ingin cepat menyuntikkan modal untuk menyelamatkan maskapai plat merah ini.

Menteri BUMN Mustafa Abubakar menyatakan, suntikan modal pemerintah atau PMN (Penyertaan Modal Pemerintah) ini jadi jalan satu-satunya untuk menyelamatkan Merpati.

"Merpati memang agak sedemikian lama sekali bleeding, kita memerlukan upaya khusus dengan berbagai cara membantu dan kita sudah menemukan cara, melibatkan Perusahaan Pengelola Aset (PPA) di dalamnya kebutuhan dana nanti kita putuskan. Kalau Garuda kita selamatkan melalui IPO. Kalau Merpati mudah-mudahan dengan cara PNM dan mungkin ada cara-cara lain yang sedang kita dalami lagi," jelasnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Mustafa menyampaikan hal ini saat ditemui di Kantor Menko Perekonomian, Jalan Lapangan Banteng, Jakarta, Senin (6/6/2011).

Dalam kesempatan tersebut, Mustafa menyatakan pemerintah akan melakukan berbagai upaya guna menyelesaikan krisis dalam tubuh perusahaan plat merah tersebut, terutama pasca kecelakaan pesawat Merpati tipe MA-60 di Kaimana, Papua.

"Dalam proses internal manajeman kita perkuat, retsrukturisasi kita lakukan, kalau ada hal-hal yang perlu kita tindak lanjuti kita lakukan," katanya.

Namun sayangnya, rencana pemberian PMN tersebut belum disampaikan kepada Menteri Keuangan Agus Martowardojo. Pada kesempatan yang sama, Agus Marto mengaku sampai saat ini belum menerima laporan dari komite restrukturisasi untuk dibahas dengan DPR.

"Kita masih nunggu, Merpati ada kombinasi dari restrukturisasi yang dilakukan Merpati sendiri dikombinasi dengan PNM dan SLA, SLA seperti pinjaman dari China harus dikukuhkan dalam bentuk SLA (Subsidiary Loan Agreement/Penerusan Pinjaman) dikombinasi dengan PNM karena butuh tambahan dana untuk Merpati dan restrukturisasi Merpati," tutur Agus.

"Saya menunggu PPA dan Menteri BUMN untuk menyampaikan proposalnya untuk dibahas, kalau sudah sampai dibahas oleh komite resrukturisasi, kita tinggal bawa ke DPR untuk finalisasi," tukas Agus Marto.

(nia/dnl)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads