Ingin Industri Berkembang, Tempe Harus Distandarisasi

Ingin Industri Berkembang, Tempe Harus Distandarisasi

Ade Irawan - detikFinance
Senin, 06 Jun 2011 16:44 WIB
Ingin Industri Berkembang, Tempe Harus Distandarisasi
Jakarta -

Produk tempe asal Indonesia akan mampu menguasai dunia apabila standar untuk tempe dipatenkan oleh Indonesia. Standar untuk tempe akan menyangkut beberapa hal yang terkandung di dalam produk tempe, seperti aroma dan rasa dari tempe.

Demikian disampaikan Kepala Badan Standardisasi Nasional, Bambang Setiadi ketika ditemui di gedung DPR RI Senin (6/6/2011).

"Nanti kita bisa produksi tempe yang laku seluruh dunia karena standarnya kita kuasai," katanya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Bambang mengatakan, pemeirntah sedang memperjuangkan agar standar tempe dimiliki oleh Indonesia. Pembicaraan ini akan dibahas dalam sidang codex mengenai pangan di Jenewa yang akan dilaksanakan sekitar bulan Juli 2011

"Jadi Indonesia sedang berjuang untuk membuat standar untuk sagu dan tempe karena itu lokal yang kita miliki jadi kita harus menguasai standarnya," ujarnya.

"Kita berjuang, untuk membuat itu ada namanya sidang codex standar mengenai pangan di Jenewa tanggal 1 Juli ke atas," tambahnya.

Bambang menetapkan, target paling lambat tahun 2012 Indonesia sudah memiliki standar untuk produk tempe. Saat ini, tempe Indonesia sudah mencapai tahap kelima agar memiliki standar.

"Membuat standar itu ada 8 step, nah kita sudah mencapai step 5. Targetnya paling lambat tahun depan," jelasnya.

Bambang mengklaim, Indonesialah yang akan memiliki standar untuk produk tempe pertama di Indonesia karena negara lain seperti Jepang belum memilikinya.

"Jepang belum punya standar. Kita yang mengajukan," ungkapnya.

Bambang menambahkan, Indonesia telah memiliki beberapa standar untuk produk pangan seperti yogurt dan mie instan. Untuk menetapkan standar yoghurt saja, Indonesia butuh waktu selama 7 tahun.

(ade/ang)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads