Harga Beras Naik Wajar, Bulog Belum Gelar Operasi Pasar

Harga Beras Naik Wajar, Bulog Belum Gelar Operasi Pasar

Whery Enggo Prayogi - detikFinance
Senin, 06 Jun 2011 17:48 WIB
Harga Beras Naik Wajar, Bulog Belum Gelar Operasi Pasar
Jakarta - Perum Bulog belum akan menggelar operasi pasar, meski telah terjadi kenaikan harga beras. Pasalnya, kenaikan masih tergolong wajar. Lagi pula stok beras milik Bulog masih cukup hingga enam bulan ke depan.

Menurut Dirut Perum Bulog Sutarto Alimoeso, stok beras di gudang perseroan sekitar 1,7 juta ton. Dengan pola konsumsi masyarakat Indonesia, ia mengaku pasokan aman dalam enam bulan ke depan.

"Juni sedang ada kecenderungan (harga beras) naik. Ini biasa. Belum akan operasi pasar. Sejauh ini masih wajar. Relatif masih cukup," terang Sutarto di Jakarta, Senin (6/6/2011).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ia menambahkan, siklus yang terjadi setiap tahunnya, bulan Mei hingga Agustus pasokan beras aman bahkan cenderung berlebih. Ini lumrah karena selama periode tersebut merupakan musim panen. Setelah Agustus hingga April tahun selanjutnya, pasokan akan kurang.

"Ini siklus, apalagi di awal tahun, Januari, Februari kurang," ucapnya.

Ia menambahkan, harga beras yang naik murni karena pasokan yang terganggu. Bulog pun tidak bisa berbuat maksimal dalam pengendalian harga beras karena perseroan hanya mampu menyediakan beras 10% dari kebutuhan masyarakat. Selebihnya, beras disediakan para pedagang beras lainnya.

"Kalau suplai terganggu, harga pasti naik. Otomatis pengadaan Bulog terganggu, karena harga tinggi. Kalau makin harga (beras) jatuh maka otomatis stok Bulog semakin tinggi," ucapnya.

Ada beberapa indikator dalam menentukan tingkat pasokan, dan berujung pada harga beras. Diantaranya luas tanam padi, potensi gangguan hama, penyerapan bibit unggul serta ketersediaan pupuk yang cukup.

"Kalau semua baik indikatornya, logika produksi baik. Bulog tidak boleh menaikkan harga," paparnya.

"Kalau 90% (pengadaan beras non Bulog) terganggu maka (harga) tidak stabil. Pasar itu hitung 4 bulan ke depan," imbuh Sutarto.

(wep/ang)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads