Tekan Subsidi, Pengolahan Minyak Dalam Negeri Dioptimalkan

Tekan Subsidi, Pengolahan Minyak Dalam Negeri Dioptimalkan

- detikFinance
Senin, 21 Jun 2004 14:58 WIB
Jakarta - Pemerintah akan mengoptimalkan pengolahan minyak di dalam negeri untuk mengurangi impor minyak mentah guna menekan jumlah subsidi BBM. Alasannya, komposisi pengolahan minyak saat ini masih besar porsi impornya yakni 55 persen minyak domestik dan 45 persen impor. "Dengan masih tingginya prosentase impor, maka biaya pokok produksi BBM kita masih tinggi karena kita harus mengeluarkan uang untuk membeli minyak mentah. Jelas ini berpengaruh pada subsidi," ujar Menteri ESDM Purnomo Yusgiantoro di kantornya, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Senin (21/6/2004).Dengan alasan itu, lanjut Purnomo, pemerintah akan berusaha untuk memperbesar prosentase pengolahan minyak dalam negeri di dalam kilang nasional menjadi 80 persen dari minyak dalam negeri dan 20 persen dari impor. Namun, Purnomo mengakui rencana tersebut akan banyak menemui kendala misalnya keterbatasan spesifikasi kilang Indonesia yang hanya bisa mengolah minyak tertentu. Selain itu juga adanya komitmen Impor yang dilakukan Pertamina dengan sejumlah negara. Alasan lainnya, ujar Purnomo, pengurangan ekspor minyak dikhawatirkan akan mengurangi penerimaan Indonesia dari LNG. "Jadi kendala-kendala ini yang masih kita kaji. Yang pasti, kontrak yang sudah diteken sebelumnya harus dihormati dan jangan sampai adjustment minyak mentah untuk kilang domestik jangan sampai mempengaruhi pendapatan kita dari LNG. Untuk itu saat ini pemerintah tengah membentuk tim task force untuk membahas secara detail masalah tersebut," demikian Purnomo. (qom/)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads