Lisensi Eropa Lebih Susah Didapat daripada FAA

Laporan dari Singapura

Lisensi Eropa Lebih Susah Didapat daripada FAA

- detikFinance
Selasa, 07 Jun 2011 07:50 WIB
Lisensi Eropa Lebih Susah Didapat daripada FAA
Singapura - PT Merpati Airlines tengah berusaha mendapatkan sertifikat IOSA (IATA Operational Safety Audit). Namun untuk mendapatkan lisensi Eropa tersebut lebih susah daripada sertifikat FAA (Federal Aviation Administration).

"IOSA lebih susah daripada apa yang diwajibkan FAA," ujar Presiden dan CEO Garuda Indonesia, Emirsyah Satar usai acara IATA di Sand Expo and Convention Centre, Singapura, Selasa (6/6/2011).

Menurut Emir, aspek-aspek yang harus dipenuhi maskapai penerbangan untuk mendapatkan sertifikat IOSA jauh lebih banyak daripada FAA. Ada sekitar 900 aspek yang harus dipenuh. Sementara untuk FAA yakni 500-an aspek.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Perbandingan item-item antara IOSA dan FAA ya nggak usah FAA dulu seperti di Australia itu juga ada, itu lebih banyak IOSA. Ada 900-an. Itu lebih tinggi," jelasnya.

Sementara itu, Vice President Corporate Communication Pujobroto mengatakan, untuk mendapatkan seritifikat IOSA, Garuda Indonesia memerlukan persiapan yang cukup lama yakni sekitar 1-2 tahun.

"Untuk mendapatkan sertifikat IOSA, airline yang bersangkutan akan diaudit oleh 'certified investigator' yang ditetapkan oleh IATA," katanya.

Pada saat itu, audit yang dilakukan terhadap Garuda meliputi 700 aspek. Beberapa di antaranya aspek operasional penerbangan, sistem perawatan yang dilaksanakan, komitmen manajemen terhadap keselamatan penumpang, safety management system yang diterapkan, sumber daya manusia, sistem pendidikan dan pelatihan, dan lainnya.

"GA mendapatkan sertifikat IOSA pada tahun 2008," ungkapnya.

Menurut Pujo, setiap dua tahun sekali, ada audit yang harus diperbaharui. Pada tahun 2010, Garuda memperbaharui sertifikat IOSA.

"Dimana pada pelaksanaan 'renewal' pada tahun 2010 audit yang dilaksanakan meningkat menjadi 900 aspek," tandasnya.

Dalam rilis yang dibagikan kepada wartawan, IOSA sendiri bekerjasama dengan badan pengawas termasuk US Federal Aviation Administration (FAA) dan otoritas penerbangan lainnya. IATA mempromosikan penggunaan IOSA dalam program pengawasan keamanan nasional di sejumlah negara seperti Bahrain, Brazil, Chili, Kosta Rika, Mesir, Libanon, Madagaskar, Meksiko, Panama, Suriah, dan Turki.

IOSA sendiri terdaftar ISO 9001:2000. Setiap maskapai penerbangan yang ingin bergabung dengan IATA harus terlebih dahulu mengisi IOSA. Ada 21 maskapai penerbangan yang sudah mengundurkan diri atau hilang dalam keanggotaan IATA. Pengunduran diri tersebut karena ketidakmampuan mereka untuk menyelesaikan audit IOSA. Pada tanggal 31 Maret 2009, semua anggota IATA adalah IOSA-terdaftar.

Sebelumnya Direktur utama PT Merpati Nusantara Airline, Sardjono Jhony mengaku PT Merpati Nusantara Airlines (Persero) akan menggunakan lisensi penerbangan dari Eropa untuk operasional seluruh maskapainya.

Pemakaian standar tersebut akan dilakukan pada Desember 2011 karena saat ini proses dari penggunaan lisensi tersebut telah mencapai 80% sebelum selesai. Untuk menggunakan lisensi dari Eropa ini, Jhony mengaku juga tetap dibiayai oleh asuransi.

Menurut Jhony, tidak ada perbedaan antara IOSA dan FAA. Yang membedakan hanya tempat asal lisensi itu dikeluarkan. IOSA dari Eropa sedangkan FAA dari Amerika. Kedua sertifikasi ini tetap memiliki standar yang sama.
(gus/qom)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads