Demikian disampaikan Menteri pertanian, Suswono ketika berbincang dengan wartawan di kantornya Selasa malam (8/6/2011).
"Di beberapa RPH yang diindikasikan adanya pelanggaran welfare dengan standard Australia. Untuk memenuhi tuntuan tersebut, untuk sementara akan menghentikan eskpor sapi bakalan," katanya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Sapi perah dan sapi betina tidak ada masalah. Untuk yang dipotong saja yang Australia akan menghentikan," ujarnya.
Suswono menjelaskan, akan dilakukan oleh Indonesia dan Australia adalah membentuk tim untuk menyelidiki RPH yang dianggap tidak memperhatikan kesejahteraan hewan ketika akan menyembelihnya.
"Kami menyepakati bersama akan dilakukan verivikasi terhadap RPH yang diduga terjadi pelanggaran kesejahtaraan hewan," tuturnya.
Tim yang akan menyelidiki RPH di Indonesia, kata Suswono, terdiri dari 8 orang yang berasal dari kedua belah pihak. Minggu depan, tim ini sudah akan bekerja untuk melihat RPH mana saja yang dinyatakan melanggar.
"Nanti kita akan libatkan tenaga ahli termasuk dari peguruaan tinggi, 4 tenaga ahli dari Indonesia dan 4 Australia. Pekan depan, hari Senin sudah bisa bekerja," jelasnya.
Suswono menambahkan, Indonesia dengan Australia juga akan bekerja sama untuk memenuhi kekurangan dari RPH agar RPH-RPH di Indonesia yang menerima ekspor sapi dari Australia memenehui standar yang ditetapkan pihak Australia.
"Kemudian kita juga menyepakati, Australi juga akan bekerja sama untuk melengkapi RPH yang kurang dan belum memenuhi standar," imbuhnya.
Seperti diketahui, pada pekan lalu asosiasi industri ternak sapi Australia memutuskan untuk menghentikan sementara pengiriman sapi ternaknya, setelah munculnya dokumen yang menunjukkan sapi-sapi asal Australia itu dipotong dengan cara kejam.
Perihal kekejaman pemotongan sapi Australia di tempat pemotongan hewan Indonesia itu akan muncul dalam program televisi 'Four Corners' ABC pada Senin (30/5/2011) ini. Dalam tayangan tersebut akan dimunculkan bagaimana sapi-sapi ternak itu menderita saat dipotong karena matanya dicungkil, kukunya dicopot dan pemotongan lehernya dilakukan secara brutal di 4 tempat pemotongan hewan di Indonesia.
(ade/qom)











































