RI Hanya Realisasikan 50% Kuota Impor Sapi dari Australia

RI Hanya Realisasikan 50% Kuota Impor Sapi dari Australia

- detikFinance
Rabu, 08 Jun 2011 15:32 WIB
RI Hanya Realisasikan 50% Kuota Impor Sapi dari Australia
Jakarta - Selama hampir 6 berjalan Indonesia baru merealisasikan impor sapi bakalan separuh dari kuota yang ditetapkan pemerintah di 2011. Selama Januari hingga awal Juni 2011 realisasi impor sapi Australia baru mencapai 310.000 ekor dari kuota impor sapi 600.000 ekor.

Direktur Eksekutif Asosiasi Produsen Daging dan Feedlot Indonesia (Apfindo) Joni Liano mengatakan pengiriman terakhir sapi-sapi asal Australia itu terjadi kemarin (7/6/2011). Sapi asal Australia itu telah mendarat di Lampung dan Tanjung Priok Jakarta sebanyak 6000 ekor.

"Mulai kemarin, kapal terakhir ada yang datang jumlahnya 6000 ekor, saat ada keputusan," katanya kepada detikFinance, Rabu (8/6/2011)

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Apfindo hingga kini beranggotakan 20 perusahaan feedlot atau penggemukan sapi yang juga mengimpor sapi bakalan diantaranya dari Australia. Dari total realisasi impor sebanyak 310.000 ekor, saat ini stok yang ada hanya berjumlah 200.000 ekor sapi mencakup 170.000 sapi impor dan 30.000 sapi lokal.

"Dengan adanya penghentian itu, kegiatan usaha kita nggak stop, cuma utilisasinya saja berkurang," katanya.

Joni menambahkan dari stok sapi impor yang saat ini hanya 200.000 ekor di perusahaan-perusahaan feedlot sebanyak 15-20% berasal dari perusahaan feedlot diluar Apfindo.

Diberitakan sebelumnya, pemerintah Australia menghentikan semua ekspor ternak hidup ke Indonesia selama enam bulan ke depan. Langkah ini diambil setelah kemarahan publik setelah menyaksikan video penganiayaan sapi di salah satu tempat jagal dalam negeri.

Menteri Pertanian Australia Joe Ludwig mengatakan, perdagangan ternak ke Indonesia yang selama ini bernilai 318 juta dolar Australia atau sekitar Rp 2,9 trilun per tahun, tidak akan lagi dilakukan hingga adanya jaminan perlindungan hewan di Indonesia.
(hen/dnl)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads