Direktur Eksekutif Asosiasi Produsen Daging dan Feedlot Indonesia (Apfindo) Joni Liano mengatakan pengiriman terakhir sapi-sapi asal Australia itu terjadi kemarin (7/6/2011). Sapi asal Australia itu telah mendarat di Lampung dan Tanjung Priok Jakarta sebanyak 6000 ekor.
"Mulai kemarin, kapal terakhir ada yang datang jumlahnya 6000 ekor, saat ada keputusan," katanya kepada detikFinance, Rabu (8/6/2011)
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Dengan adanya penghentian itu, kegiatan usaha kita nggak stop, cuma utilisasinya saja berkurang," katanya.
Joni menambahkan dari stok sapi impor yang saat ini hanya 200.000 ekor di perusahaan-perusahaan feedlot sebanyak 15-20% berasal dari perusahaan feedlot diluar Apfindo.
Diberitakan sebelumnya, pemerintah Australia menghentikan semua ekspor ternak hidup ke Indonesia selama enam bulan ke depan. Langkah ini diambil setelah kemarahan publik setelah menyaksikan video penganiayaan sapi di salah satu tempat jagal dalam negeri.
Menteri Pertanian Australia Joe Ludwig mengatakan, perdagangan ternak ke Indonesia yang selama ini bernilai 318 juta dolar Australia atau sekitar Rp 2,9 trilun per tahun, tidak akan lagi dilakukan hingga adanya jaminan perlindungan hewan di Indonesia.
(hen/dnl)










































