SBY Tersinggung Program Ekonominya Dibilang Omong Kosong

SBY Tersinggung Program Ekonominya Dibilang Omong Kosong

- detikFinance
Kamis, 09 Jun 2011 15:07 WIB
SBY Tersinggung Program Ekonominya Dibilang Omong Kosong
Jakarta - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mengatakan program Master Plan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia (MP3EI) bukan omong kosong. Menurut SBY, program ini mendukung percepatan ekonomi.

"MP3EI, ada yang mengatakan itu omong kosong, nggak ada kemajuan, dan ada yang berpikir negatif, pesimis. Padahal negara ini perlu percepatan ekonomi," jelas Presiden SBY dalam pemberian arahan kepada pengusaha muda di Indonesian Young Leaders Forum 2011, di Hotel Ritz Carlton, Pacific Place, SCBD, Jakarta, Kamis (9/6/2011).

Dengan program ini, SBY mengharap terjadi perubahan signifikan akan percepatan pembangunan. "Tidak harus business as usual. Lebih baik kita mempunyai rencana, dibanding tidak melakukan apa-apa," tegas SBY.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Seperti diketahui, MP3EI baru saja diresmikan pemerintah akhir pekan lalu. Dengan investasi senilai Rp 4.000 triliun diharapkan menjadi pendorong implementasi percepatan pembangunan.

Terdapat 17 proyek yang masuk dalam program ini, di mana sebagian besar dijalankan oleh BUMN. Perusahaan negara berkomitmen investasi Rp 836 triliun hingga 2014, di mana tahun ini investasi BUMN mencapai Rp 133 triliun.

Menteri BUMN, Mustafa Abubakar menjelaskan, sejatinya total investasi plat merah hingga akhir 2014 mencapai Rp 1.000 triliun. Namun tidak semua proyek BUMN masuk dalam proyek MP3EI. Proyek di bawah Rp 1 triliun tidak masuk dalam program ini.

"Genapkan Rp 1.000 triliun saja. karena masih banyak BUMN yang mempersembahkan di bawah Rp 1 triliun. Ini bisa masuk koridor," kata Mustafa pekan lalu.

Ketua Umum HIPMI, Erwin Aksa pun menilai, MP3EI sudah tepat karena bertujuan mendorong investasi lebih cepat. "Percepatan harus kita lakukan. Minimal ada alat ukur yang bisa kita lihat dengan masterplan ini," imbuh Erwin di Hotel Ritz Carlton.

(wep/dnl)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads