Medan Waspadai Kekurangan Stok Daging Pasca Kisruh Sapi Australia

Medan Waspadai Kekurangan Stok Daging Pasca Kisruh Sapi Australia

- detikFinance
Kamis, 09 Jun 2011 15:23 WIB
Medan Waspadai Kekurangan Stok Daging Pasca Kisruh Sapi Australia
Medan - Terhentinya impor sapi dari Australia akan berpengaruh pada ketersediaan pasokan daging di Medan Sumatera Utara. Pemerintah kota (Pemkot) Medan disarankan untuk mengambil langkah antisipasi terutama menjelang Ramadhan terkait potensi kurangnya pasokan daging sapi.

Ketua Komisi C Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Medan Jumadi mengatakan, pihaknya akan segera melakukan rapat kerja dengan Pemkot Medan untuk membicarakan masalah ini.

"Masalah ini harus mendapat perhatian, karena menyangkut kebutuhan masyarakat. Apalagi menjelang Ramadhan, yang sudah dekat. Perlu diambil langkah mengatasi masalahnya. Solusinya tentu ada banyak opsi, di sana nanti dibicarakan. Kita sedang mengatur jadwal untuk itu," kata Jumadi pada wartawan di Medan, Kamis (9/6/2011).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Jumadi menambahkan terkait dengan pemberitaan yang menyatakan perlakuan terhadap sapi yang tidak baik di Rumah Potong Hewan (RPH) Mabar di Medan, Komisi C sudah melakukan kunjungan ke sana. Mereka tidak menemukan adanya persoalan seperti yang ramai diberitakan media Australia.

"Semuanya baik saja. Tidak seperti yang dituduhkan itu," kata Jumadi.

Justru persoalan yang ditemukan, ternyata tidak semua sapi atau kambing untuk kepentingan konsumsi masyarakat di Medan, dipotong di RPH Medan. Padahal, kata Jumadi, RPH Medan yang memiliki label halal dari Majelis Ulama Indonesia (MUI) sehingga daging dapat dikonsumsi masyarakat secara dijamin halal, dan dari sisi kesehatan dapat dipertanggungjawabkan.

Jadi menurut dia, yang paling penting untuk diatasi sekarang ini di Medan, bagaimana agar pemotongan hewan 'liar' dapat difokuskan di RPH Medan, dan dengan demikian distribusinya bisa lebih baik. Selain itu, pemerintah pusat juga diminta mengatasi persoalan kebutuhan impor sapi sangat besar dari Australia.

"Kita tentu dalam posisi mendesak pemerintah pusat mengatasi ketergantungan terhadap Australia masalah sapi ini," tukas Jumadi.

(rul/hen)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads