"Kerjasama pengembangan energi biomassa dan biogas sangat menjanjikan bagi Indonesia dan Jerman," demikian Dubes RI untuk Republik Federal Jerman Eddy Pratomo saat membuka seminar mengenai biomassa dan biogas di Berlin baru-baru ini.
Konselor Fungsi Pensosbud KBRI Berlin Ayodhia GL Kalake kepada detikfinance, Jumat (10/6/2011), menyebutkan seminar mengenai biomassa dan biogas itu hasil kerjasama KBRI Berlin dengan Kementerian Ekonomi dan Teknologi Jerman, SiNERGi Renewable Energies dan German Trade and Invest di Berlin.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Juliane Hinsch dari Kementerian Ekonomi dan Teknologi Jerman mengatakan bahwa Jerman membuka peluang dengan negara lain untuk menjadi mitra dalam mengembangkan energi terbarukan.
"Oleh sebab itu pemerintah Jerman sangat mendukung program fact finding mission oleh delegasi Indonesia untuk menggali skema kerjasama dengan pihak Jerman, khususnya antara sektor swasta kedua pihak," ujar Hinsch.
Sektor pendanaan juga menjadi perhatian dalam seminar, mengingat untuk pengembangan energi terbarukan diperlukan teknologi berkualitas tinggi yang memang dimiliki oleh Jerman.
Oleh sebab itu, program public-private partnership (kemitraan pemerintah-swasta, red) perlu mendapat dukungan dari semua pihak untuk mewujudkan pemanfaatan potensi yang dipunyai Indonesia.
Jerman berkepentingan atas energi biomassa dan biogas sebagai salah satu alternatif untuk menggantikan energi nuklir, yang dianggap mempunyai risiko tinggi bagi lingkungan hidup.
Sementara Indonesia cukup kaya dengan sumber-sumber energi terbarukan. Energi surya, angin, maupun biogas dan biomassa adalah beberapa di antara sumber daya energi yang sangat potensial di Indonesia.
Potensi Indonesia tersebut telah diakui oleh peserta dari institusi maupun perusahaan Jerman yang bergerak di bidang energi terbarukan.
Dari seminar ini diharapkan dapat menjadi rintisan kerjasama nyata Indonesia dan Jerman dalam memanfaatkan energi terbarukan.
Energi biogas bisa diperoleh dari limbah, pupuk kandang atau dari industri makanan.
Berdasarkan hasil penelitian dari Masyarakat Energi Terbarukan Indonesia dan IPB Bogor, Indonesia menghasilkan sekitar 146,7 juta ton biomassa, yang dihasilkan dari sisa padi, minyak sawit, kelapa dan gula serta limbah agrikultur.
(es/es)











































