Menko Perekonomian Hatta Rajasa menyatakan terdapat target konkrit yang diharapkan dari agenda WEF di Indonesia yaitu 202020. Maksudnya, peningkatan produksi pangan sebesar 20 persen, pengurangan emisi 20 persen, dan mengurangi tingkat kemiskinan di daearah sebesar 20 persen.
"Kesepakatan antara delegasi Indonesia dan WEF. Sebuah kemitraan dengan WEF untuk sektor pertanian yang berkesibambungan," ujarnya dalam konferensi pers di tengah acara WEF, Hotel Shangri-La, Jakarta, Minggu (12/6/2011).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"14 perusahaan multisektor yang nantinya akan melibatkan para petani kita dalam arti yang luas," tegasnya.
Keempat belas perusahaan tersebut adalah Metro, Nestle, Unilever , Cargill, Sygenta, Dupon, Mosanto, Mckinsey, Indofood, ADM, SwissRA, Sinar Mas, Bungee, dan Kraft.
"Nestle program dengan petani kakao, terkait ekspansi bisnis. Unilever telah dan akan menambah untuk kedelai hitam," jelasnya.
Wakil Menteri Pertanian Bayu Krisnamurthi menyatakan program ini akan dilakukan pada Juli hingga 3 tahun mendatang. Namun, untuk pencapaian target tersebut, akan terus dilanjutkan oleh perusahaan terkait.
"Program srartingnya pada 3 tahun pertama," ujarnya.
Bayu menyatakan dipilihnya Indonesia dalam WEF kali ini karena Indonesia memiliki potensai Sumber Daya Alam yang luar biasa, dan potensi ekonomi dengan 240 juta penduduk sebagai kekuatan ekonomi. Kepemimpinan yang diakui ditingkat lokal dan internasional. Selain itu WEF memandang banyak inisiatif yang diambil pemerintah Indonesia.
(nia/dru)











































