Hal ini terungkap dari hasil pertemuan antara Wakil Menteri Pertanian Indonesia Bayu Krisnamurthi dengan Wakil Menteri Pertanian Australia Phillip Glyde di Jakarta, Senin (13/6/2011)
Bayu mengatakan kedatangan Wakil Menteri Pertanian Australia Phillip Glyde hari ini dalam rangka membawa tim independen untuk melihat RPH yang mendapat bantuan dari Pemerintah Australia. Tim independen ini merupakan kerjasama Indonesia-Australia untuk melakukan verifikasi terhadap RPH-RPH yang ada.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dari pertemuan itu juga disepakti, para importir sapi Indonesia dan eksportir Australia dapat mengajukan usulan RPH yang dinilai sudah baik. Setelah dinilai oleh kedua pemerintah melalui tim independen kedua negara dan dapat menyelenggarakan kegiatan importasi sapi hidup dari Australia.
"Pemerintah Australia mencatat ada 2 atau 3 RPH, kementerian pertanian mencatat lebih dari 10 RPH yang sudah baik," katanya.
Sebelumnya Menteri Pertanian Australia Joe Ludwig mengatakan telah menghentikan semua ekspor ternak hidup ke Indonesia selama enam bulan ke depan mulai 8 Juni 2011. Langkah ini diambil setelah kemarahan publik Australia setelah menyaksikan video penganiayaan sapi di salah satu tempat jagal sapi di Indonesia melalui program televisi ABC's Four Corners 30 Mei 2011 lalu.
(hen/dnl)











































