"Kami merekomendasikan agar PT KAI berbenah karena selama ini ia kurang seksi. Kalau ia berbenah dan bisa memberi contoh, investor juga akan tertarik menjadi operator," kata anggota Komisi V DPR, Abdul Hakim.
Hal itu disampaikan dalam sela-sela rapat panitia kerja (panja) perkeretaapian, di Gedung DPR, Senayan, Senin (13/6/2011).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
DPR meminta agar PT KAI tidak diberikan beban banyak. Memberikan dukungan dan waktu agar berbenah dirasa cukup bisa mengundang perusahaan swasta untuk terlibat.
"PT KAI jangan dikasih terlalu banyak beban. Perlu ada pemain baru agar ada peningkatan. Pemerintah juga bertindak sebagai regulator saja. Kalau itu bisa dilakukan bisa mengurangi beban jalan," ujarnya.
Rencananya pekan depan, Komisi V akan memanggil Menteri Perhubungan, Menteri BUMN, dan Menteri Keuangan untuk membahas rekomendasi ini. Abdul mengusulkan agar DPR memberikan waktu 2-3 bulan pada PT KAI untuk mengevaluasi.
"Tenggang waktu 2-3 bulan, bila dimungkinkan kami usul mengajukan hak interpelasi," tutupnya.
(feb/dnl)











































