35% Kebutuhan Daging RI Dipasok dari Australia

35% Kebutuhan Daging RI Dipasok dari Australia

- detikFinance
Selasa, 14 Jun 2011 13:33 WIB
35% Kebutuhan Daging RI Dipasok dari Australia
Jakarta - Indonesia membutuhkan 30.000-40.000 ribu ton daging sapi setiap bulan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat Indonesia. Australia memasok 30-35% total kebutuhan daging tersebut.

Demikian disampaikan Wakil Menteri Pertanian, Bayu Krisnamurthi ketika ditemui di Hotel Grand Hyatt, Jalan Thamrin, Jakarta, Selasa (14/6/2011).

"Setiap bulan, Indonesia butuh sekitar antara 30-40 ribu ton daging," katanya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurut Bayu, dari total kebutuhan daging sapi per bulannya, Australia memasok sekitar 30%-35% dari total kebutuhan daging sapi di Indonesia. Sekitar 20% dari total impor tersebut, didapat Indonesia dalam bentuk sapi hidup.

"Australia memasok sapi hidup kurang lebih 20%, dalam bentuk daging kira-kira sekitar 10-15%. Jadi total impor kita hanya memasok kurang lebih 30-35% dari kebutuhan," paparnya.

Bayu menjelaskan stok sapi yang sekarang dimiliki Indonesia sebesar 145 ribu ekor. Angka ini telah berkuang pasca penghentian pengiriman ekspor sapi oleh Australia.

"Terakhir stok sudah berkurang, dari 150 ribu, sekarang 145 ribu ekor. Sudah ada 5-10 ribu yang sudah disembelih dan dimasukan ke dalam pasar," ujarnya.

Bayu juga menjelaskan, terdapat sekitar 90 ribu ton stok daging sapi beku di Indonesia. Selain itu, Indonesia juga memiliki sekitar 1-1,2 juta ekor sapi lokal yang bisa digunakan untuk memenuhi kebutuhan daging.

"Kita masih punya sekitar 90 ribu ton daging beku yang siap untuk dikonsumsi. Kita punya cadangan sapi lokal yang siap dikonsumsi antara 1-1,2 juta ekor," imbuhnya.

(ade/dnl)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads