Demikian disampaikan Wakil Menteri Pertanian, Bayu Krisnamurthi ketika ditemui di Hotel Grand Hyatt, Jalan Thamrin, Jakarta, Selasa (14/6/2011).
"Setiap bulan, Indonesia butuh sekitar antara 30-40 ribu ton daging," katanya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Australia memasok sapi hidup kurang lebih 20%, dalam bentuk daging kira-kira sekitar 10-15%. Jadi total impor kita hanya memasok kurang lebih 30-35% dari kebutuhan," paparnya.
Bayu menjelaskan stok sapi yang sekarang dimiliki Indonesia sebesar 145 ribu ekor. Angka ini telah berkuang pasca penghentian pengiriman ekspor sapi oleh Australia.
"Terakhir stok sudah berkurang, dari 150 ribu, sekarang 145 ribu ekor. Sudah ada 5-10 ribu yang sudah disembelih dan dimasukan ke dalam pasar," ujarnya.
Bayu juga menjelaskan, terdapat sekitar 90 ribu ton stok daging sapi beku di Indonesia. Selain itu, Indonesia juga memiliki sekitar 1-1,2 juta ekor sapi lokal yang bisa digunakan untuk memenuhi kebutuhan daging.
"Kita masih punya sekitar 90 ribu ton daging beku yang siap untuk dikonsumsi. Kita punya cadangan sapi lokal yang siap dikonsumsi antara 1-1,2 juta ekor," imbuhnya.
(ade/dnl)











































