Hal ini diutarakan Ketua FKI BUMN, Elvyn G Masasya, di Hotel Four Season, Jalan HR Rasuna Said, Jakarta, Selasa (14/6/2011).
"Ada beberapa, 3-4 proyek. Sektornya infrastruktur dan power," jelasnya. Namun Elvyn enggan menyebut identitas BUMN investee tersebut, juga nila yang akan didanai FKI.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun opsi mana yang dipilih menjadi kewenangan anggota komite FKI. Forum juga tidak masuk di seluruh proyek BUMN. Segalanya bentuk pendanaan harus melewati kajian tim internal FKI.
"Proyek sedang di-review. Nanti akan disampaikan kepada Kementerian. Kalau proyek, kita terbuka anggota yang ingin berpartisipasi. Dari demand yang ada nanti ada investment allocation, bisa masul IPO atau obligasi," tuturnya.
Menurut Menteri BUMN, Mustafa Abukabar, FKI memiliki tim penilai, appraisal. Mereka masing-masing memiliki fungsi yang diharapkan optimal dalam percepatan realisasi proyek.
"Yang digagas saat ini percepatan di sektor riil. Ada organ-organ di dalam. Di Kementerian BUMN juga ada Komite dengan fungsi memantau, dan monitoring," tegasnya.
Konsep pendanaan pun, Mustafa tidak ingin mengintervensi. Segala rumusan yang menguntungkan kedua belah pihak akan dikerjakan FKI.
"Mudah-mudahan mendapat (bunga) ringan. Tergantung proyek," paparnya.
Selama ini proyek BUMN yang visible namun non-bankable bisa didanai dari FKI ini. Setelah berjalannya waktu, Mustafa berharap akan dana tambahan dari eksternal yang masih di lingkungan BUMN untuk mempercepat realisasi proyek.
"Infrastruktur, angkutan, transportasi, prasanan pelabuhan dan kereta api kita dorong realisasi proyeknya," imbuhnya.
(wep/ang)











































