Demikian disampaikan Wakil Menteri Pertanian, Bayu Krisnamurthi ketika ditemui di Hotel Grand Hyatt, Jalan Thamrin, Jakarta, Selasa (14/6/2011).
"Kita akan menyusun standar, menyepakati standar. Satu sisi Australia belum punya, Indonesia sudah punya, tapi masih belum cukup memuaskan," paparnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ada guidance dari OAI, tapi sifatnya masih sangat umum. Australi ingin membuat standar yang lebih operasional. Menurut saya agak lucu juga karena mereka belum punya standarnya," ujarnya.
Lebih lanjut Bayu menjelaskan, eksportir dari Australia dan importir dari Indonesia akan bertanggung jawab untuk mengejawantahkan standar kesejahteraan hewan. Sehingga, Indonesia nantinya akan memiliki sistem importasi hewan yang tertutup.
"Jadi eksportir dari Australia dan importir dari Indonesia secara kolaborasi itu yang menjadi penanggung jawab dari animal wellfare-nya karena yuridiksi Australia hanya pada saat sapi itu sesaat sebelum dia naik ke kapal, yuridiksi Indonesia itu sesaat sapi itu turun di pelabuhan," jelasnya.
"Sehingga kelak kita akan memiliki sistem importasi dan penangan hewan yang tertutup. Sapi berangkat dari Australia punya identitas kemudian naik ke kapal punya identitas turun ke pelabuhan punya identitas. Semua tercatat sampai dia masuk ke RPH," ujarnya.
Bayu memnyampaikan, dengan adanya kesepakatan seperti ini nantinya pihak Indonesia dapat mengusulkan rantai pasokan yang sudah memenuhi standar berdasarkan standar internasional.
"Meskipun kita sedang menyusun standar dan itu baru akan selesai dalam 2-3 minggu, importir atau eksportir Indonesia bisa mengusulkan mana supply chain yang sudah memenuhi, paling tidak berdasarkan referensi internasional tadi bisa diajukan," imbuhnya.
Sebelumnya Menteri Pertanian Australia Joe Ludwig mengatakan telah menghentikan semua ekspor ternak hidup ke Indonesia selama enam bulan ke depan mulai 8 Juni 2011. Langkah ini diambil setelah kemarahan publik Australia setelah menyaksikan video penganiayaan sapi di salah satu tempat jagal sapi di Indonesia melalui program televisi ABC's Four Corners 30 Mei 2011 lalu.
(ade/dnl)











































