Demikian disampaikan Kepala BPS Rusman Heriawan saat ditemui di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, Rabu (15/6/2011).
"Akan terjadi inflasi, beras sudah mulai naik, per satu minggu kemarin saja sudah ada kenaikan 1 persen, belum apa-apa saja sudah 1 persen kalau dirupiahkan sekitar Rp 100-200, minggu pertama dibandingkan rata-rata bulan ini, Saya sudah nyerah," ungkapnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Pengaruh fisik belum kelihatan tapi pengaruh psikologis sudah kelihatan. Dalam minggu ini sudah ada kenaikan daging sapi. Kalau impor ini kan tidak distop sekarang terus hilang di pasaran, gak begitu, kan rangkainya panjang," jelasnya.
Namun, Rusman menyatakan kenaikan harga daging sapi tersebut tidak akan menekan inflasi terlalu dalam mengingat bobot daging sapi terhadap inflasi tidak terlalu besar seperti beras yang bobotnya bisa mencapai 5 persen dalam perhitungan inflasi.
"Beras lah (yang beri sumbangan terbesar) kan bobotnya 4-5 persen. Jadi karena beras, daging sapi, yang lain belum, emas juga turun," pungkasnya.
BPS pada Mei lalu mencatat inflasi 0,12%. Inflasi dipicu kenaikan harga sandang dan perumahan sepanjang Mei 2011. Inflasi kumulatif Januari-Mei 2011 adalah 0,51%, sementara inflasi year on year di Mei mencapai 5,98%.
(nia/qom)











































