Harga Beras Naik, Juni Terancam Terjadi Inflasi

Harga Beras Naik, Juni Terancam Terjadi Inflasi

- detikFinance
Rabu, 15 Jun 2011 17:40 WIB
Harga Beras Naik, Juni Terancam Terjadi Inflasi
Jakarta - Badan Pusat Statistik (BPS) memperkirakan bulan Juni ini akan terjadi inflasi seiring meningkatnya harga beras. Dalam satu pekan, harga beras sudah naik Rp 100-200 per kg.

Demikian disampaikan Kepala BPS Rusman Heriawan saat ditemui di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, Rabu (15/6/2011).

"Akan terjadi inflasi, beras sudah mulai naik, per satu minggu kemarin saja sudah ada kenaikan 1 persen, belum apa-apa saja sudah 1 persen kalau dirupiahkan sekitar Rp 100-200, minggu pertama dibandingkan rata-rata bulan ini, Saya sudah nyerah," ungkapnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Rusman menambahkan, potensi inflasi juga disumbang dari harga daging sapi. Sejak, Australia menghentikan ekspornya, ada dampak psikologis para pedagang sapi yang mulai menaikkan harganya.

"Pengaruh fisik belum kelihatan tapi pengaruh psikologis sudah kelihatan. Dalam minggu ini sudah ada kenaikan daging sapi. Kalau impor ini kan tidak distop sekarang terus hilang di pasaran, gak begitu, kan rangkainya panjang," jelasnya.

Namun, Rusman menyatakan kenaikan harga daging sapi tersebut tidak akan menekan inflasi terlalu dalam mengingat bobot daging sapi terhadap inflasi tidak terlalu besar seperti beras yang bobotnya bisa mencapai 5 persen dalam perhitungan inflasi.

"Beras lah (yang beri sumbangan terbesar) kan bobotnya 4-5 persen. Jadi karena beras, daging sapi, yang lain belum, emas juga turun," pungkasnya.

BPS pada Mei lalu mencatat inflasi 0,12%. Inflasi dipicu kenaikan harga sandang dan perumahan sepanjang Mei 2011. Inflasi kumulatif Januari-Mei 2011 adalah 0,51%, sementara inflasi year on year di Mei mencapai 5,98%.

(nia/qom)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads