Brasil Siap Ekspor Daging ke RI

Brasil Siap Ekspor Daging ke RI

- detikFinance
Rabu, 15 Jun 2011 17:41 WIB
Brasil Siap Ekspor Daging ke RI
Jakarta - Brasil menyatakan siap untuk mengeskpor daging ke Indonesia berapa pun jumlah yang diminta. Namun Indonesia masih waspada karena Brasil belum seluruhnya bebas penyakit mulut dan kuku (PMK).

Demikian disampaikan Kepala Badan Karantina Pertanian, Banun Harpini dalam jumpa wartawan di kantor Kementerian Pertanian, Ragunan, Jakarta, Rabu (15/6/2011).

"Brasil, prinsipnya Indonesia minta berapa pun, siap karena mereka yakin mampu ekspor ke mana pun. Mereka sudah ekspor ke negara-negara Asia," ujarnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Banun menyampaikan, Brasil masih memiliki kendala dalam masalah perundangan karena di negara masih terdapat penyakit mulut dan kuku (PMK). Sedangkan dalam UU No.18 tahun 2009 tentang peternakan dan kesehatan hewan disebutkan Indonesia hanya boleh mengimpor sapi dari negara yang bebas penyakit.

"Brasil memang ada PMK, tapi Brasil itu negara seperti kita, sangat luas. Ada memang zona-zona yang bebas PMK dan ada yang bebas PMK dengan vaksinasi," ujarnya.

Banun menambahkan, Brasil telah banyak mengekspor daging ke beberapa negara termasuk Australia. Karena itu, Brasil dianggap kompetitif dalam ekspor daging.

"Brasil itu jualannya ke India, Australia, Singapura, Rusia. Mereka buktikan, kompetitif memasok itu," ujarnya.

Selain Brasil, lanjut Banun, Selandia Baru dan Kanada juga menyatakan kesiapannya untuk ekspor daging sapi ke Indonesia.

"Selandia Baru tidak pernah ekspor sapi hidup, ekspornya daging. Mereka enggak ada masalah berapa pun Indonesia itu, dia akan siap. Namanya juga berdagang," tuturnya.

"Kanada menjalin kerjasama peningkatan populasi melalui breeding protokol sedang disusun untuk impor kita. Sapi bibit untuk pemuliaan, lokasinya di Cipelang, balai embrio transfer," jelasnya.

Sebelum jumpa dengan wartawan, Bunun dan beberapa pihaknya bertemu dengan perwakilan dari Selandia Baru, Kanada, dan Brasil. Padahal sebelumnya mengundang juga Meksiko, Uruguay, dan Irlandia. Pertemuan tersebut mendiskusikan alternatif sumber hewani.

(ade/dnl)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads