Impor Makanan dari China Anjlok Hampir 20%

Impor Makanan dari China Anjlok Hampir 20%

- detikFinance
Kamis, 16 Jun 2011 14:26 WIB
Impor Makanan dari China Anjlok Hampir 20%
Jakarta - Gabungan Pengusaha Makanan dan Minuman Indonesia (Gapmmi) mencatat terjadi penurunan impor makanan dari China dan Hong Kong ke Indonesia selama Januari-Mei 2011. Disaat yang bersamaan justru impor makanan dari negara-negara ASEAN terjadi lonjakan signifikan.

"Sedang kita pelajari apa penyebabnya," kata Sekjen Gabungan Pengusaha Makanan dan Minuman (Gapmmi) Franky Sibarani kepada detikFinance, Kamis (16/6/2011)

Ia mengatakan realisasi impor makanan dan minuman dari negara-negara ASEAN sampai Mei 2011 mencapai US$ 43,8 juta atau naik 33% dibanding periode yang sama 2010. Justru yang cukup mengagetkan impor makanan dari China dan Hong Kong turun 19,44%.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Franky juga mengatakan impor makanan dari Negeri Jiran Malaysia mencatat lonjakan yang sangat tinggi dari negara ASEAN lainnya seperti Vietnam, maupun Thailand. Menurut Franky, kondisi ini tak mengherankan karena selama ini Malaysia cukup kompetitif dalam industri makanan.

"Harga pokok produksi dan dukungan pemerintah Malaysia jelas, mendorong daya saing dan memanfaatkan pasar global. Di Malaysia itu lebih murah, harga gula gas, bunga bank dan biaya logistik," katanya.

Selama ini,lanjut Franky, makanan impor asal ASEAN itu antara lain produk saus dan olahannya, campuran bumbu dan bahan penyedap, permen selain permen karet yang mengandung obat dan cokelat putih. Juga ada olahan makanan bayi dari kacang kedelai, produk-produk sereal dan filled milk atau susu lemak nabati.
(hen/dnl)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads