"Sedang kita pelajari apa penyebabnya," kata Sekjen Gabungan Pengusaha Makanan dan Minuman (Gapmmi) Franky Sibarani kepada detikFinance, Kamis (16/6/2011)
Ia mengatakan realisasi impor makanan dan minuman dari negara-negara ASEAN sampai Mei 2011 mencapai US$ 43,8 juta atau naik 33% dibanding periode yang sama 2010. Justru yang cukup mengagetkan impor makanan dari China dan Hong Kong turun 19,44%.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Harga pokok produksi dan dukungan pemerintah Malaysia jelas, mendorong daya saing dan memanfaatkan pasar global. Di Malaysia itu lebih murah, harga gula gas, bunga bank dan biaya logistik," katanya.
Selama ini,lanjut Franky, makanan impor asal ASEAN itu antara lain produk saus dan olahannya, campuran bumbu dan bahan penyedap, permen selain permen karet yang mengandung obat dan cokelat putih. Juga ada olahan makanan bayi dari kacang kedelai, produk-produk sereal dan filled milk atau susu lemak nabati.
(hen/dnl)










































