Demikian hasil survei yang dilakukan oleh Frost & Sullivan, seperti disampaikan Vice President, Automotive & Transportation Practice, Asia Pacific, Vivek Vaidya, dalam rilisnya, di Jakarta, Jumat (17/6/2011).
Survei yang dilakukan sejak September 2010 hingga Februari 201 ini menunjukkan, Jakarta berada di posisi buncit dengan nilai 30,5 poin. Jakarta ditemani oleh Seoul dan Rio de Janeiro sebagai tiga kota di posisi buncit. Ketiganya secara umum memiliki rasa ketidakpuasan terkait kemacetan lalu lintas, dan terlalu padatanya transportasi publik.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Vivek, sebanyak 394 pengguna transportasi umum dan 1.007 pengguna transportasi pribadi telah disurvei. Ia menjelaskan, bahwa 80% dari pengguna transportasi pribadi yang disurvei tidak puas akan pengalaman perjalanan mereka.
"73,5% dari pengguna transportasi pribadi yang disurvei mengungkapkan kemacetan lalu lintas dan rendahnya tingkat kecepatan sebagai masalah utama yang mereka hadapi," tegasnya.
Sebanyak 87,5% dari penglaju yang mengandalkan transportasi publik, merasa tidak puas dengan pengalaman perjalanan mereka karena padatnya pengguna transportasi publik, rendahnya tingkat kecepatan dan kemacetan lalu lintas yang mereka hadapi.
Journey Experience Index Frost & Sullivan diukur berdasarkan tingkat kecepatan, biaya perjalanan dan tingkat kenyamanan dan pengalaman secara keseluruhan. Survei melibatkan 14.771 responden dari 23 kota.
Berikut posisi rinci Frost & Sullivan Journey Experience Index:
- Copenhagen (81.5)
- Seattle (78.5)
- Sydney (78)
- San Francisco (75)
- Dubai (72.5)
- Los Angeles (72.5)
- New York (71)
- London (67.5)
- Shanghai (67.5)
- Frankfurt (63.5)
- Johannesburg (62)
- New Delhi (62)
- Paris (61.5)
- Kuala Lumpur (61)
- Beijing (60.5)
- Moscow (60.5)
- Tokyo (60.5)
- Singapore (54.5)
- Mexico City (49.5)
- Cairo (46.5)
- Rio de Janeiro (45.5)
- Seoul (36.5)
- Jakarta (30.5)
