"Kalau Batavia mau mengajukan itu nggak apa-apa, tapi secara objektifitas kita lihat saja. Yang pasti saya tak mau komentar banyak. Kalau memang mau mengajukan silahkan saja," kata Direktur Operasional Garuda Ari Sapari saat ditemui usai rapat panja Komisi VIII DPR-RI, Senin (20/6/2011).
Menurut Ari, maskapai tersebut secara objektif harus mempersiapkan diri agar benar-benar siap melayani angkutan haji.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dikatakannya masalah ini harus dilihat juga aturan domestik di Negara Arab Saudi terkait keterlibatan maskapai negara asal jamaah haji.
"Kan aturan disana nggak bisa, ada media yang bilang Arab Saudi hanya ambil satu negara per Airlines, ada regulasi di sana. Kita jangan membual dengan berbohong dengan data yang tak jelas," tegas Ari.
Selama ini angkutan udara untuk jamaah haji asal Indonesia diserahkan kepada maskapai Garuda Indonesia dan Saudi Airlines. Untuk musim haji tahun 2011 ini, maskapai penerbangan Batavia Airlines menawarkan untuk turut andil.
"Sekarang ada perusahaan penerbangan yang mengajukan agar bisa berpartisipasi pengangkutan jamaah haji di tanah air yaitu Batavia Air," kata Menteri Agama Suryadharma Ali kemarin (19/6/2011)
Ketika ditanya lebih lanjut, apakah pengajuan penawaran dari Batavia Air diterima pemerintah, pria yang juga Ketua Umum PPP ini mengaku belum bisa memastikannya. Sebab proses teknis masih dalam pembahasan di DPR.
"Nanti, ini masih dibahas di DPR, kira-kira yang mana yang bisa," jelasnya.
(nrs/hen)










































