Menurut Associate Director retailer Service Nielsen, Febby Ramaun, pria lebih memperhatikan barang yang akan dibelinya dan kemudahan mendapatkan barang tersebut.
"Laki-laki tidak price sensitive," ujarnya kepada wartawan di kantor Nielsen Jl. Jenderal Sudirman, Jakarta Selasa (21/6/2011).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Laki-laki kalau coba baju paling cuma dua dan kemungkinan besar dibayar," tuturnya.
Lebih lanjut Febby menjelaskan, laki-laki juga berperan besar dalam menentukan dalam melakukan eksekusi sebuah transaksi belanja. Sebesar 72% 'penghasut' dalam berbelanja kuncinya adalah laki-laki.
"Key influencer juga sebenarnya berbelanja, dia yang menentukan apa yang akan dibelanjakan dan 72%-nya adalah laki-laki," imbuhnya.
Hasil ini merupakan survei Nielsen terhadap 1.804 responden di 5 kota besar di Indonesia, yaitu Jakarta dan sekitarnya, Badung, Surabaya, Makassar, dan Medan.
Responden yang dipilih secara acak dengan kategori orang yang melakukan belanja di atas Rp 1.500.000 per bulan. Penelitian ini dilakukan dari pada bulan Desember 2010 sampai dengan Januari 2011 dengan menggunakan wawancara langsung.
(ade/hen)











































