Adapun, ketiga proyek tersebut adalah proyek pabrik kayu lapis kelapa sawit, proyek Pembangkit Listrik Tenaga Biomassa Kelapa Sawit (PLTBS), dan proyek budidaya kayu jabon.
Demikian disampaikan Direktur Utama PTPN I Erwin Nasution dalam rapat yang diadakan bersama dengan anggota Komisi VI DPR RI, Jakarta, Selasa (21/6/20110).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selanjutnya Erwin menyampaikan, rincian dari masing-masing ketiga proyek tersebut adalah sebagai berikut:
1. Proyek pabrik kayu lapis dari batang kelapa sawit .
- Bekerja sama dengan PT Inhutani IV (persero) - Nilai investasi = Rp 66,51 miliar.
- Modal awal PTPN I = Rp 2,1 miliar; inbreng lahan 2 Ha senilai Rp 3,6 miliar; batang kayu kelapa sawit eks replanting.
- Nilai kayu kelapa sawit disertakan sebagai saham sampai saham PTPN I mencapai 40%.
- Proyek ini diperkirakan dapat menghemat kayu alam sebesar 70% yang dapat digantikan kayu kelapa sawit untuk penuhi kebutuhan bahan baku kayu lapis.
- Bekerja sama dengan PT Gistee Prima Energindo
- Nilai Investasi = Rp 78,48 miliat.
- Modal awal PTPN I = Rp 1 miliar; inbreng lahan 1 Ha senilai Rp 2,7 miliar; cangkang sawit dan tandan kosong untuk dijadikan bahan akar.
- Nilai cangkang kelapa sawit dan tandan kosong disertakan sebagai setoran sampai saham PTPN I mencapai 40%
- Proyek ini membantu suplai tenaga listrik sebesar 5 MW
- Dalam rangka optimalisasi upaya pemanfaatan lahan yang tidak bisa ditanami oleh tanaman komoditi pokok kelapa sawit dan karet.
- Nilai Investasi = 2.000 Ha sebesar Rp 25,9 miliar
- Direncanakan rampung pada tahun 2015.
- 2011 ditanam seluas 250 Ha dengan investasi Rp 1,8 miliar.
Erwin juga melajutkan, bahwa selain tiga proyek tersebut, masih ada tiga proyek lain yang sejauh ini masuih masuk dalam tahapan studi kelayakan serta pada persiapan pencarian mitra kerja untuk diajak kerjasama.
(nrs/ang)











































