"Program Peumakmu Gampong adalah program pengembangan perkebunan rakyat di wilayah Provinsi Aceh dengan pola kemitraan antara PTPN I, PTPN III, dan PTPN IV dengan masyarakat sekitar dan difasilitasi dengan Dana Program Revitalisasi Perkebunan," jelas Deputi Bidang Usaha Industri Primer Kementerian BUMN Megananda Daryo dalam RDP bersama anggota Komisi VI DPR RI, Jakarta, (21/6/2011).
Program tersebut memiliki potensi bisnis bagi PTPN I, PTPN III, dan PTPN IV untuk memenuhi kebutuhan bahan baku Tandan Buah Segar (TBS) kelapa sawit yang berasal dari rakyat untuk mengisi kapasitas menganggur pabrik kelapa sawit.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sedangkan, dana yang dibutuhkan sebesar Rp 2,08 triliun sampai 2014 nanti terdiri dari anggaran untuk pembangunan kebun kelapa sawit sebesar Rp 1,44 triliun dan anggaran untuk pembangunan kebun karet sebesar Rp 645,4 miliar.
"Sumber pendanaan berasal dari Dana Revitalisasi Perkebunan dan bertindak sebagai bank pelaksana adalah Bank Mandiri," timpal Megananda.
Menanggapi hal tersebut, Direktur Utama PTPN I Erwin Nasution mengatakan lebih rinci terkait kerjasama operasionalnya dengan PTPN III dan PTPN IV.
"Untuk kerjasama PTPN I - PTPN IV, kami membangun kebun rakyat dengan komoditi karet seluas 13.000 hektar di Kabupaten Aceh Timur, Aceh Utara, Pidie Jaya, Aceh Jaya, Aceh Barat dan kelapa sawit seluas 7.000 hektar di Aceh Utara dan Bireun," jelas Erwin.
Sedangkan kerjasama dengan PTPN IV adalah dengan membangun kebun rakyat komoditi kelapa sawit seluas 21.200 hektar di Kabupaten Aceh Timur, Aceh Tamiang, Aceh Selatan, Aceh Singkil, Subussalam, Aceh Barat Daya, Nagan Raya dan Aceh Barat.
"Dalam kerjasama tersebut, PTPN I bertugas melakukan koordinasi dengan Pemda untuk ketersedian lahan. Menyelesaikan pengurusan dokumen legalitas lahan, petani peserta, koperasi serta perizinan yang diperlukan. Kami juga melakukan studi kelayakan, sosialisasi, dan membeli hasil kebun Plasma dengan harga yang sesuai ditetapkan pemerintah," jelasnya.
Tugas PTPN II dan PTPN IV adalah menjadi avalis, menyediakan biaya pembangunan dan pengelolaan kebun sebelum ada realisasi kredit dari perbankan. Megurus proses perizinan terkait, kelengkapan dokumen, dan bersama PTPN I merumuskan skema alokasi pembiayaan pembangunan dan pengelolaan kebun plasma sebelum diserahkan kepada petani, peserta, atau koperasi.
Diharapkan pada tahun 2011 ini sudah akan ditanam seluas 5.750 hektar yang terdiri dari kelapa sawit seluas 5.000 hektar dan karet seluas 750 hektar.
(nrs/hen)










































