Desain Jembatan Selat Sunda akan Dikompetisikan

Desain Jembatan Selat Sunda akan Dikompetisikan

Ade Irawan - detikFinance
Rabu, 22 Jun 2011 11:37 WIB
Desain Jembatan Selat Sunda akan Dikompetisikan
Jakarta -

Pemerintah berencana akan melakukan sayembara desain Jembatan Selat Sunda (JSS). Sayembara ini bagian dari proses untuk memastikan investor yang akan menggarap proyek terbesar di Indonesia ini.

Dirjen Bina Marga Kementerian Pekerjaan Umum Djoko Murjanto mengatakan persiapan payung hukum oleh pemerintah sudah dibahas terus menerus. Saat ini tengah disiapkan adalah Peraturan Presiden (Perpres) yang mengatur tentang pengelolaan JSS.

"Konsepnya intinya proses organisasinya, ada tim pemerintah, ada pelaksananya, proses ujinya bagaimana, yang desainnya siapa, nanti ada kompetisinya. Ini rencana kerja untuk menentukan investornya," katanya disela-sela diskusi soal JSS di kantor Partai Demokrat, Kramat Raya, Jakarta, Rabu (22/6/2011)

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ia menambahkan, proses pembangunan JSS dari sisi pemerintah melibatkan banyak sektor, tidak hanya jalan raya, tetapi ada kereta api. Termasuk ada kawasan dibawahnya dan utilisasi. Jalan raya menyangkut kementerian PU, kereta api kementerian perhubungan, utilisasi menyangkut kementerian energi sumber daya mineral.

"Karena multi sektor Perpres 67 (Peraturan Presiden 67 Tahun 2005 tentang Kerja Sama Pemerintah dengan Badan Usaha dalam Penyediaan Infrastruktur) tidak meng-cover," katanya.

Sehingga untuk itu, harus ada Perpres lagi yang memayungi secara khusus proyek JSS ini. Saat ini perpres ini sudah dalam pembahasan final untuk dimatangkan.

"Itu sudah disusun tim persiapan minggu lalu. Kami sudah memfinalkan konsep-konsepnya. Kalau sudah final ditingkat teknis ya di tingkat kami. Lalu akan disampaikan ke Menko Perekonomian," katanya.

Djoko juga mengatakan, hingga kini investor pasti dari proyek ini belum ditetapkan. Namun peminat dari proyek yang bernilai diatas Rp 100 triliun ini sudah sangat banyak seperti investor lokal, Korea, China dan Jepang.

"Belum, justru Perpres itu mekanisme dan prosedurnya. Justru itu diproses siapa yang melelangkan, siapa yang menyiapkan barang desainnya. Kalau ada desainnya siapa yang melelangkan investor, antaralain ada Korea, Jepang, China, dan Indonesia sendiri banyak yang tertarik," katanya.

Seperti diketahui proyek JSS ditargetkan bisa dimulai pembangunannya pada 2014.
Jembatan sepanjangan kurang lebih 29 Km ini akan membelah Selat Sunda menghubungkan Provinsi Banten dan Lampung.

Jika tak ada aral melintang proses pengerjaan proyek ini membutuhkan waktu 8-10 tahun. Pada 2009 lalu PT Bangun Graha Sejahtera Mulia bersama konsorsium pemda Lampung dan Banten telah merampungkan kajian pra-feasibility study atau pra study kelayakan.

(hen/ang)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads