Hal ini disampaikan oleh Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Muhaimin Iskandar saat ditemui di Gedung Badan Pengawas Keuangan (BPK) RI, Jalan Gatot Subroto, Jakarta, Jumat (24/6/2011).
"Kita menghitung butuh waktu tidak kurang dari 10 tahun, di samping jaminan dari berbagai program kita, tingkat pendidikan angkatan kerja kan sekarang 40% ini tidak lulus SD, pada 2012 harus turun jadi 20%, itu kan berpengaruh. Nanti itu kan akan terus berkurang. Maka kita prediksi 2017 itu yang bekerja di sektor pembantu rumah tangga ini zero (nol)," ujar Muhaimin.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Jumlah yang bekerja ke luar negeri itu mencapai 5 juta, 60%-nya adalah di bidang penata laksana rumah tangga, maka butuh waktu untuk sampai tingkat nol," jelasnya.
Menurut Muhaimin, adanya keinginan menghentikan TKI yang berprofesi sebagai pembantu rumah tangga ke luar negeri, harapannya agar para tenaga kerja tersebut bisa mengembangkan potensinya di dalam negeri atau beralih profesi ke jenis pekerjaan lainnya.
"Saat ini telah ada tim yang melakukan kajian dan penelaahan dan penelusuran, visi dan misinya itu bagaimana agar TKI kita yang di luar negeri ini berada di tingkat nol, diganti dengan tenaga kerja di bidang profesi formal," pungkasnya.
(nia/dnl)











































