Menko Perekonomian Hatta Rajasa mengatakan, penghematan Rp 15,5 triliun ini akan dilakukan dengan cara memotong anggaran yang tidak produktif. Ini dibahas dalam rapat paripurna yang dilakukan Presiden SBY dengan para menteri-menteri.
"Tujuan utama dari penghematan itu adalah tentu agar setiap rupiah dana yang kita belanjakan itu menimbulkan dampak yang besar bagi pembangunan," ujar Hatta usai rapat paripurna di kantor presiden, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta, Jumat (24/6/2011).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain itu, dalam rapat tersebut juga dibahas soal laporan perekonomian semester I-2011 dan juga kondisi APBN. Menurut Hatta, di kuartal I dan II-2011 ini pertumbuhan ekonomi Indonesia sangat ekspansif terutama didorong oleh sektor pertambangan dan pertanian. Kemudian juga didorong oleh investasi yang meningkat.
"Sementara belanja APBN kita walau ada perbaikan tetap akan ada serapan dan kuartal II-2011 diharapkan lebih baik," ujarnya.
Hatta mengatakan ada beberapa perubahan asumsi makro yang harus diubah seperti lifting atau produksi minyak dan juga harga minyak.
"Penerimaan negara lebih baik dibanding kuartal I-2010 lalu. Secara keseluruhan semua on the track. Saya akan sampaikkan arahan presiden agar betul-betul semua menteri membelanjakan setiap anggaran tersebut sesuai target dan dilakukan penghematan Inpres 7/2011. Kemudian apa yang kita lakukan, penghematan kita lakukan lebih disiplin dalam program infrastruktur," papar Hatta.
(mad/dnl)











































