"Tunjangan daerah perbatasan itu masuk Kepres no 2, Tapi itu bagai surga di dinding telinga saja," ujar Seorang Guru SMP Negeri Marore, Alwein Ponge ketika ditemui wartawan di sela acara sosialisasi uang rupiah BI, di Pulau Marore Perbatasan Indonesia-Filipina, Sulawesi Utara, Sabtu (25/6/2011).
Menurut Alwein, masyarakat Marore telah mengadakan secara langsung teleconference dengan Presiden SBY pada 2009 lalu dimana terdapat poin-poin dan janji untuk memberikan tunjangan guru. Tetapi, sambung Alwein semua bagai isapan jempol belaka.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dijelaskan Alwein, di Marore tercatat ada sebanyak 20 guru SD, SMP dan SMA. "Semua sama, gaji hanya pokok saja. Sebesar kurang lebih Rp 3 juta saja. Itukan hanya untuk cukup membeli rempah-rempah saja," terangnya.
Padahal Alwein mengatakan, seluruh siswa SMA yang mengikuti ujian akhir kemarin lulus 100%. Bayangkan saja, sambungnya, semua keadaan sekolah terbatas. "Kita tidak ada komputer, buku saja turun temurun dipakai para siswa. Oleh karena itu kita mengharapkan perhatian pemerintah," kata Dia.
Lelaki berumur 48 tahun tersebut telah mengabdikan dirinya sebagai guru selama 27 tahun di Marore. Ia mengharapkan para pahlawan tanpa tanda jasa ini diperhatikan lebih baik lagi oleh pemerintah.
(dru/ang)











































