Kepala BPS Rusman Heriawan menyebutkan pada H-4 sebelum berakhirnya sensus sapi pada akhir Juni ini, pihaknya telah berhasil menyensus 96 persen sapi-sapi di seluruh Indonesia. Dari 96 persen tersebut, teridentifikasi jumlah sapi potong sebanyak 13 juta, sapi perah sebanyak 500 ribu, dan kerbau sebanyak 1,1 juta. Sehingga totalnya mencapai 15,6 juta.
"Secara nasional per hari ini sudah 96 persen kalau sapi potong 13 juta lebih sedikit dibandingkan harapan yaitu 14 juta, tapi saya gak tahu yang sisa 4 persen ini bakal segitu atau tidak, kalau sapi perah yang bisa menghasilkan susu sebanyak 0,5 juta, kerbau 1,1 juta, jumlahnya 15,6 juta," ujarnya saat dihubungi detikFinance, Minggu (26/6/2011).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Dari sensus ini, kita bisa melihat mana daerah-daerah yang memiliki sapi terbanyak. Kita lihat aspek kedaerahan, sehingga bisa ditentukan kebijakan untuk mencapai swasembada sapi," tegasnya.
Menurut Rusman, hasil dari sensus sapi ini akan diserahkan kepada Kementerian Pertanian sebagai bahan arah kebijakan guna mencapai swasembada sapi.
"Binatangnya kan kita amati umurnya, sehingga bisa dilihat potensi dipotong berapa, data pemilik cukup lengkap, memudahkan membuat roadmap untuk mencapai swasembada daging sapi apa yang harus dilakukan, apakah dengan kondisi seperti ini bisa swasembada atau mengimpor sapi bakalan yang dibesarkan di sini," tandasnya.
(nia/wep)











































