Harga Beras Bakal Kembali Terkerek Faktor Puasa

Harga Beras Bakal Kembali Terkerek Faktor Puasa

- detikFinance
Senin, 27 Jun 2011 12:18 WIB
Harga Beras Bakal Kembali Terkerek Faktor Puasa
Jakarta - Harga kebutuhan pokok seperti beras dipastikan akan kembali mengalami kenaikan menjelang puasa dan lebaran. Kenaikan ini sebagai pola musiman yang kerap terjadi setiap tahun.

"Jadi kami insentif terus dan yang harus kita jaga tentunya karena aspek musiman tentu harga beras masuk Juli-Agustus dari tahun ke tahun pasti ada kenaikan nah kenaikan itu dipastikan tidak melebihi pola musiman yang biasanya terjadi," ucap Menteri Perdagangan Mari Elka Pangestu, di kantor Menko Perekonomian, Senin (27/6/2011)

Mari menambahkan untuk harga gula saat ini cenderung sedikit menurun namun relatif stabil. Selain itu, minyak goreng juga mengalami hal yang sama karena harga CPO dunia mulai luruh.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Yang betul-betul kita pantau daging, dari segi stok tidak harus khawatir sampai lebaran tidak masalah yang harus kita pastikan itu setelah lebaran, maka itu langkah-langkah yang sedang dikoordinasikan dengan kementerian pertanian ini sangat penting, yang bisa kita jamin 6 bulan ke depan, tapi usai lebaran sudah pasti cukup.

Menurut Mari seperti biasanya barang-barang kebutuhan pokok yang sifatnya tidak tahan lama pada minus 3-5 hari sebelum lebaran dipastikan akan mengalami kenaikan. Misalnya daging polanya biasanya naik 5-10% setelah itu kembali turun.

"Cabai, daging ayam, daging itu pasti naik, itu normal biasanya habis lebaran dia akan turun lagi, jadi itu normal itu yang harus dipastikan pola itu seperti itu," katanya.

Selain itu, kini para pedagang dan produsen mulai meningkatkan stok barang-barang kebutuhan sehari menjelang puasa. Permintaan kebutuhan sehari-hari jelang puasa diperkirakan akan naik 20%.

"Umumnya pedagang dan produsen mengantisipasi kenaikan permintaan sebanyak 20% sehingga barang yang distok diberbagai tempat harus disesuaikan dengan peningkatan permintaan, dan biasanya mereka satu bulan sebelum puasa melakukan persiapan-persiapan," katanya.

Mari menegaskan dari sisi pemerintah tak khawatir terhadap stok kebutuhan pokok menjelang puasa dan lebaran. Menurut Mari, pemerintah sudah mengecek ketersediaan bahan pokok dan bahan makanan olahan di tingkat produsen dan pedagang.

"Kita tidak melihat ada masalah dari segi stok tapi akan kita pantau terus yang menyebabkan gangguan distribusi yang menyebabkan gangguan harga," tegas Mari.
(nia/dnl)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads