Pasar Perbatasan RI Kalah Saing dengan Malaysia

Pasar Perbatasan RI Kalah Saing dengan Malaysia

Ramdhania El Hida - detikFinance
Senin, 27 Jun 2011 12:48 WIB
Pasar Perbatasan RI Kalah Saing dengan Malaysia
Jakarta -

Pemerintah kini masih memfokuskan pengembangan 3 pasar di wilayah perbatasan dengan negara tetangga. Pasar-pasar itu umumnya sudah mendapat sentuhan tangan pemerintah.

Beberapa titik lokasi pasar perbatasan yang menjadi perhatian pemerintah antaralain Pasar Skow Papua berbatasan langsung dengan Papua New Guinea, Entikong perbatasan dengan Malaysia, dan Pasar Motain berbatasan dengan Timor Leste.

"Itu tiga yang intinya kita sudah punya program yang sudah kita bangun pasar, tapi bangun pasar fisik itu baru langkah pertama, tapi intinya kalau mau ada perdagangan perbatasan itu infrastruktur kedua belah pihak harus siap," kata Menteri Perdagangan Mari Elka Pangestu di kantor Menko Perekonomian, Senin (2/6/2011)

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Mari mengatakan, dari sisi infrastruktur, pasar wilayah perbatasan Indonesia relatif lebih baik dari negara tetangga. Misalnya Pasar Skow Papua memiliki infrastruktur yang sudah siap dibandingkan dengan pasar perbatasan yang masuk wilayah Papua New Guinea (PNG).

"Di Skow di kitanya lebih siap, tapi perdagangan berjalan, tapi bisa dioptimalkan kalau infrastruktur dari sananya lebih siap, kita akan lakukan perbaikan dan lakukan pembicaraan dengan PNG," katanya.
 
Masalah yang sama pun terjadi pada pasar perbatasan Indonesia dengan Timor Leste. Menurut Mari, kesiapan Timor Leste pun belum maksimal terkait pasar perbatasan di negaranya.

"Dari sananya belum siap dari segi infrastruktur dan masalah keamanan memang 1 tahun ini membaik, pada waktu kunjungan kepala negara Timor Leste kita sudah sepakat untuk lakukan perbaikan dengan target 10 tahun kemerdekaan Timor Leste itu pasar yang ada di perbatasan (Motain) itu sudah berjalan," katanya.

Namun masalah berbeda terjadi di lokasi pasar perbatasan Indonesia dengan Malaysia, di Entikong. Di lokasi ini justru banyak masyarakat Indonesia yang lebih memilih berbelanja masuk ke wilayah Malaysia karena harganya lebih murah.

"Kalau Entikong itu harganya lebih murah di sananya pihak Malaysia kita harus pelajari yang pasti tidak semua barang lebih murah tapi pasti ada barang yang kita tidak kalah bersaing, jadi kita harus pelajari barang yang dibutuhkan di situ apa, dengan demikian pasar baru bisa berkembang, jadi tidak cukup hanya dengan membangun fisik," katanya.

(hen/ang)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads