Wakil Menteri Keuangan Anny Ratnawati mengatakan, pemerintah akan berusaha menjaga defisit anggaran tidak tembus 2,1% di tahun ini.
"Kan masih difinalkan dalam sidang. Tapi kita jaga-jaga mudah-mudahan tidak lebih dari 2,1%," jelasnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Di awal (defisit) 1,8% tapi kan ada perubahan asumsi ICP, lifting, rupiah, jadi ada perubahan subsidi listrik dan BBM," jelasnya.
Anny menyatakan asumsi 2,1% itu sudah mempertimbangkan adanya kebijakan pembatasan BBM bersubsidi yang akan diberlakukan Kementerian ESDM pada tahun ini.
"Kita minta untuk langkah-langkah istilahnya pembatasan bisa tetap dilaksanakan untuk menjaga tidak terjadi kenaikan subsidi BBM. Kita mintakan kepada ESDM dia yang akan mengoordinir untuk dilakukan pembatasan karena tren konsumsi lebih tinggi daripada biasanya. Kita minta ESDM melakukan hal itu pada tahun ini," tegasnya.
Mengenai pembiayaan untuk tambahan defisit tersebut, Anny mangaku tidak akan ada tambahan pembiayaan melalui utang, melainkan melalui penghematan dan penerimaan.
"Sudah di-review dari penerimaan, penghematan. Insya Allah tak ada penambahan pembiayaan. Kita berharap ada beberapa potensi," pungkasnya.
(nia/dnl)











































