Pemda NTB Tetap Yakin Dapat US$ 30 Juta dari Bakrie

Pemda NTB Tetap Yakin Dapat US$ 30 Juta dari Bakrie

- detikFinance
Selasa, 28 Jun 2011 16:10 WIB
Pemda NTB Tetap Yakin Dapat US$ 30 Juta dari Bakrie
Mataram - Pemda NTB masih merasa yakin bakal mendapatkan US$ 30 juta yang berasal dari dividen atas kepemilikan 24% saham di PT Newmont Nusa Tenggara. Padahal pihak PT Bumi Resources Minerals Tbk menyatakan Pemda tak bakal mendapat dividen.

Direktur Utama PT Daerah Maju Bersaing (DMB) Andy Hadianto selaku mitra Bakrie dalam pembelian 24% saham Newmont menyatakan, dividen Newmont di 2010 yang menjadi hak Pemda sedang ditransfer dari Multicapital ke pemerintah daerah.

"Saya saat ini sedang di Jakarta untuk menyelesaikan administrasi transfer terkait hak kita sebesar US$ 30 juta itu. Insya Allah akan terealisasi," kata Andy melalui sambungan telepon pada detikFinance, Selasa (28/6) sore.
Β 
Andy menegaskan tidak benar kalau hak daerah atas dividen dari kepemilikan saham di NEwmont menjadi terabaikan, menyusul langkah Multicapital menggadaikan saham di Credit Suisse.
Β 
"Itu hak kita tetap kita dapat. Soal kita dapat langsung dari dividen Newmont, atau dananya bersumber dari dana internal Multicapital, itu teknis. Dan kita bicarakan," kata Andy.
Β 
Andy menegaskan kembali, sudah ada pengaturan dividen Newmont yang diterima PT Multi Daerah Bersaing (MDB)-perusahaan patungan DMB dengan Multicapital-akan diterima DMB sesuai persentase kepemilikan saham pada tahun berikutnya. Misalnya, dividen di 2010 akan diserahkan di 2011.
Β 
Terpisah di Mataram, Gubernur NTB Muhammad Zainul Majdi menegaskan jika hak daerah sebesar US$ 30 juta belum ditransfer ke daerah dari Multicapital, karena masih menunggu RUPS Newmont.
Β 
"Kenapa? Karena MDB ingin mengetahui apakah itu final dividen atau tidak," kata Gubernur.
Β 
Semula RUPS Newmont itu kata dia akan diselenggarakan 14 Juni lalu. Namun RUPS itu diundur menjadi 28 Juni 2011, hari ini.
Β 
"Jadi itu tidak ada masalah. Palingan delay sampai akhir bulan ini, atau awal bulan Juli sudah masuk ke pemda," katanya.
Β 
Dividen dari Newmont itu sudah masuk dalam perencanaan keuangan pemerintah daerah. Pemprov NTB misalnya mengalokasikan penerimaan sebesar Rp 94 miliar yang bersumber dari dividen Newmont.
Β 
Penerimaan dan penggunaan anggaran itu kini dalam proses pembahasan di DPRD NTB yang tengah membahas dokumen APBD NTB Perubahan 2011.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sebelumnya, Direktur Keuangan PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS) Yuanita Rohali mengatakan Pemerintah daerah Nusa Tenggara Barat (NTB) tidak akan kebagian dividen PT Newmont Nusa Tenggara (NTT) sebelum sahamnya yang digadaikan ke Credit Suisse (CS) dibayar lunas atau ditebus.

Anggota Komisi II DPRD Kabupaten Sumbawa Barat Sahril Amin mengatakan janji dividen yang ditunggu-tunggu dari pembelian 24% saham PT Newmont Nusa Tenggara tak kunjung datang ke daerah. Dana Rp 80 miliar dari dividen yang rencananya jadi pendanaan APBD terancam kandas.

Seperti diketahui, akibat digadaikannya saham Newmont milik 3 pemda oleh PT Multi Daerah Bersaing (MDB), dividen Rp 80 miliar yang seharusnya dinikmati Kabupaten Sumbawa Barat tak kunjung terealisasi.

Tiga pemda yakni Pemda NTB Pemkab Sumbawa, Pemkab Sumbawa Barat membentuk BUMD yakni PT Daerah Maju Bersama (DMB) dan telah memiliki saham Newmont dengan menggandeng mitra swasta. PT DMB bergabung dengan Multicapital membentuk konsorium Multi Daerah Bersaing (MDB). Multicapital sendiri merupakan salah satu unit usaha Bakrie Group, lewat PT Bumi Resources Mineral.

Saat ini MDB telah menguasai 24% saham Newmont. Namun saham tersebut digadaikan ke pihak Credit Suisse Singapore (CSS) karena MDB mempunyai utang untuk pembelian 24% saham Newmont. Dividen yang harusnya dibagi ke Pemda juga ternyata hanya janji semata. Uang dividen dari Newmont ternyata langsung digunakan untuk membayar utang saham tersebut.

Diceritakan Sharil seharusnya ketiga pemda yang memiliki saham Newmont melalui anak usahanya PT Daerah Maju Bersama (DMB) bisa mengantongi US$ 30 juta dari dividen Newmont.


(dnl/dnl)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads