Mentan: Meski Swasembada, RI Masih Perlu Impor Sapi

Mentan: Meski Swasembada, RI Masih Perlu Impor Sapi

- detikFinance
Jumat, 01 Jul 2011 18:10 WIB
Jakarta - Rencana swasembada sapi yang rencananya akan terealisasi di 2014 bukan berarti menutup pintu impor sapi dari luar negeri sepenuhnya. Pemerintah masih membebaskan impor sapi sebesar 10% untuk pemenuhan kebutuhan dalam negeri.

Demikian disampaikan Menteri Pertanian Suswono dalam rapat koordinasi dengan Kamar Dagang Indonesia (Kadin) di kantor Kadin, Kuningan, Jakarta, Jumat (1/7/2011).

"Swasembada di angka kebutuhan daging dipenuhi 90% dari dalam negeri. Ada 10% ini adalah ruang (impor)," katanya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurut Suswono, konsumsi sapi di Indonesia masih sangat kecil, yaitu di bawah 2 kg per kapita per tahun. Namun, permasalahan swasembada bukanlah dilihat dari konsumsi berdasarkan volume impor sapi, melainkan persentase impor sapi yang saat ini persentase impor sapi Indonesia masih antara 30-35%.

"Kalau saja konsumsi naik, artinya 30-35% itu impor, boleh jadi volumenya lebih besar lagi. Untuk swasembada, bukan di batasan di volume, tapi kita bisa mengurangi 5% impor per tahun," ujarnya.

Lebih lanjut Suswono mengungkapkan, terkait masalah pemberhentian ekspor sapi yang dilakukan oleh Australia sampai saat ini nampaknya sudah sedikit mempengaruhi harga sapi dalam negeri. Namun, harga sapi lokal sedikit mengalami keanehan.

"Harga ini aneh, harga daging sapi tidak turun,tapi harga sapi hidup (lokal) terus turun," imbuhnya.

Karena itu, Suswono kembali mengingatkan agar pedagang-pedagang lokal memafaatkan sapi lokal untuk mensejahterakan peternak lokal.

"Cobalah juga memanfaatkan ternak lokal sedikit agar peternak lokal bisa tertawa, minimal seyum. Mengurangi sedikit keuntungan, tapi bisa mensejahterakan peternak nggak apa-apalah," pungkasnya.


(ade/dnl)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads