Demikian disampaikan Menteri Pertanian Suswono dalam rapat koordinasi dengan Kamar Dagang Indonesia (Kadin) di kantor Kadin, Kuningan, Jakarta, Jumat (1/7/2011).
"Swasembada di angka kebutuhan daging dipenuhi 90% dari dalam negeri. Ada 10% ini adalah ruang (impor)," katanya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kalau saja konsumsi naik, artinya 30-35% itu impor, boleh jadi volumenya lebih besar lagi. Untuk swasembada, bukan di batasan di volume, tapi kita bisa mengurangi 5% impor per tahun," ujarnya.
Lebih lanjut Suswono mengungkapkan, terkait masalah pemberhentian ekspor sapi yang dilakukan oleh Australia sampai saat ini nampaknya sudah sedikit mempengaruhi harga sapi dalam negeri. Namun, harga sapi lokal sedikit mengalami keanehan.
"Harga ini aneh, harga daging sapi tidak turun,tapi harga sapi hidup (lokal) terus turun," imbuhnya.
Karena itu, Suswono kembali mengingatkan agar pedagang-pedagang lokal memafaatkan sapi lokal untuk mensejahterakan peternak lokal.
"Cobalah juga memanfaatkan ternak lokal sedikit agar peternak lokal bisa tertawa, minimal seyum. Mengurangi sedikit keuntungan, tapi bisa mensejahterakan peternak nggak apa-apalah," pungkasnya.
(ade/dnl)











































