Pemerintah Tawarkan Investasi Rumah Potong Sapi di NTT

Pemerintah Tawarkan Investasi Rumah Potong Sapi di NTT

- detikFinance
Jumat, 01 Jul 2011 19:46 WIB
Jakarta - Wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT) menjadi salah satu lumbung sapi di Tanah Air, namun belum ada rumah potong hewan (RPH) yang moderen. Hal ini menjadi peluang investasi bagi para investor untuk membangun RPH di NTT.

Menteri Pertanian Suswono menyampaikan beberapa fakta saat ini harga daging sapi hidup di NTT sangat murah, Rp 16.00 per kg. Namun untuk bisa diangkut ke Jawa justru tidak kompetitif lagi harganya karena biaya transportasi yang mahal.

"Memang ada pilihan apakah membangun RPH di NTT sehingga datang ke Jakarta sudah dalam bentuk daging. Saya udah tawarkan kepada para pengusaha pilihan seperti itu coba dijajaki Seperti halnya daging beku datang dari Australia," katanya di kantor Kadin, Kuningan, Jakarta, Jumat (1/7/2011).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Suswono mengharapkan pemerintah daerah melalui BUMD bisa menampung harga ternak ketika jatuh dan kemudian bisa memproses menjadi daging beku kemudian bisa kirim ke Jakarta.

"NTT sendiri sangat senang kalau ada RPH modern di sana persoalannya dari pengusaha sendiri apakah feasible apa tidak Saya pikir kalau menguntungkan akan berlomba investasi di NTT," katanya

Menurutnya opsi lain untuk bisa mengangkut sapi NTT bisa kompetitif adalah dengan membawanya melalui kereta. Namun masih terkendala dengan adanya potensi mengganggu jalur transportasi kereta penumpang lainnya.

"Saya sudah bicara dengan menteri perhubungan untuk membangkitkan angkutan sapi melalui kereta itu. Mereka sedang melakukan kajian apakah mengganggu gak traffic ini sangat saya sampai Surabaya tidak double track," katanya.

Tercatat data BPS teridentifikasi jumlah sapi potong sebanyak 13 juta sapi, sapi perah sebanyak 50.000, dan kerbau sebanyak 1,1 juta. Sehingga totalnya mencapai 15,6 juta orang.

Selain itu, tercatat daerah terbesar pemilik sapi ini justru Jawa Timur. Di susul kemudian beberapa daerah lain seperti Jawa Tengah, Sulawesi Selatan, Nusa Tenggara Barat (NTB) dan Nusa Tenggara Timur (NTT).

(hen/dnl)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads