"Kampanye ini untuk mendorong semua pihak perhatian kepada pengembangan buah lokal," kata Said di acara obrolan santai gerakan gemari buah lokal, di Jakarta, Senin (4/7/2011).
Said mengatakan masalah yang dihadapi buah lokal diantaranya soal distribusi dan sistem logistik yang belum baik. Sehingga tak mengherankan buah lokal lebih mahal dari buah impor yang justru didatangkan dari jarak ribuan kilometer lebih jauhnya, seperti dalam kasus Jeruk Pontianak maupun Jeruk Medan bersaing dengan jeruk-jeruk China.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Selama ini ekonomi baik karena penjualan motor sekian, bukan penjualan Jeruk Pontianak sekian," katanya.
Recananya, peluncuran gerakan 'Gemari Buah Lokal' ini akan diramaikan dalam acara sepeda santai dan jalan santai yang melibatkan kurang lebih 5000 orang. Acara ini akan berlangsung bertepatan dengan car free day Minggu 10 Juli 2011 Jl Thamrin, Jakarta. Acara berlangsung mulai pukul 06.00 WIB dimulai dari Parkir Timur Senayan.
Ketua panitia acara, Mukhlis Yusuf mengatakan peluncuran gerakan ini juga akan diramaikan dengan penyedian 100 grobak buah lokal, yang diberikan secara cuma-cuma. Juga akan ada pembagian 20.000 bibit buah unggulan seperti mangga, rambutan dan lain-lain.
"Dari sisi biaya masih di bawah 1 miliar ini bantuan dari sponsor-sponsor," katanya.
(hen/qom)










































