Kepercayaan konsumen menguat kembali pada bulan Juni karena masyarakat terus memberikan penilaian yang lebih baik terhadap keadaan ekonomi saat ini. Selain itu, masyarakat juga memberikan penilaian yang lebih baik terhadap kemampuan pemerintah dalam menjaga stabilitas harga (termasuk harga pangan).
Menurut Ekonom Danareksa Research Institute Purbaya Yudhi Sadewa, dengan demikian Indeks Kepercayaan Konsumen (IKK) meningkat kembali pada Juni sebesar 1,3% menjadi 91,8 dari 90,6 pada bulan Mei.
"Level ini merupakan level tertinggi dalam 22 bulan terakhir sejak September 2009," katanya dalam keterangan tertulisnya, Senin (4/7/2011).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara itu, komponen IKK lainnya yang menunjukkan keadaan masa depan, Indeks Ekspektasi (IE), naik sebesar 1,5% menjadi 103,3. Peningkatan IE ini menunjukkan optimisme masyarakat terhadap prospek ekonomi dalam enam bulan mendatang semakin meningkat.
Ia menambahkan, dengan meningkatnya optimisme masyarakat terhadap prospek ekonomi dalam enam bulan mendatang, rencana konsumen untuk membeli barang-barang tahan lama meningkat pada Juni," ungkapnya.
Berdasarkan hasil survei terakhir, sekitar 29,7% konsumen berencana membeli barang-barang tahan lama dalam 6 bulan mendatang, atau naik dari 28,1% pada Mei.
"Kenyataan ini sangat menggembirakan karena biasanya konsumen lebih memprioritaskan membeli pakaian dan barang-barang kebutuhan pokok menjelang Ramadhan dan Idul Fitri yang jatuh pada Juli dan Agustus ini daripada membeli barang-barang tahan lama," ujarnya.
Pada survei Juni, konsumen secara keseluruhan merasa yakin bahwa tekanan inflasi akan sedikit meningkat dalam enam bulan mendatang. Indeks yang mengukur sentimen konsumen terhadap inflasi naik sebesar 0,8% menjadi 186,8 pada Juni.
"Perlu dicatat bahwa harga bahan pangan biasanya naik selama bulan Ramadhan dan Idul Fitri yang pada tahun ini jatuh pada Juli dan bulan Agustus 2011," jelasnya.
Faktor lain yang dapat mendorong kenaikan tekanan inflasi dalam waktu dekat, menurut Purbaya, adalah biaya pendidikan yang biasanya meningkat pada awal tahun ajaran baru di Juli-September.
Namun demikian, kepercayaan konsumen terhadap kemampuan pemerintah untuk melaksanakan tugas-tugasnya sedikit melemah pada bulan Juni. Indeks Kepercayaan Konsumen terhadap Pemerintah (IKKP) turun sebesar 1,88% menjadi 91,8 dari 93,6 pada Mei.
Pada survei terakhir, semua komponen yang membentuk IKKP menurun, kecuali komponen yang menunjukkan kemampuan pemerintah dalam menjaga stabilitas harga (indeksnya naik sebesar 3,51% menjadi 80,7 pada Juni yang merupakan level tertinggi sejak bulan Juni 2010). (ang/dnl)










































