Suntikan Dana Merpati Rp 561 Miliar Diambil dari APBN-P 2011

Suntikan Dana Merpati Rp 561 Miliar Diambil dari APBN-P 2011

Akhmad Nurismarsyah - detikFinance
Senin, 04 Jul 2011 16:42 WIB
Suntikan Dana Merpati Rp 561 Miliar Diambil dari APBN-P 2011
Jakarta -

Pemerintah dan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI sepakat untuk mengucurkan penyertaan modal negara (PMN) kepada PT Merpati Nusantara Airlines (MNA) sebanyak Rp 561 miliar, lebih rendah dari rencana sebelumnya di Rp 600 miliar.

Menurut hasil rapat antara Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dan Komisi VI DPR, Senin (4/7/2011), dananya akan diambil dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Perubahan (APBN-P) tahun 2011.

Dengan demikian, Merpati masih harus menunggu pengesahan APBN-P 2011 tersebut sebelum bisa menikmati dana segar tersebut. Kucuran dana tersebut pun bisa cair dengan syarat Merpati telah melalui kajian restrukturisasi oleh PT Perusahaan Pengelola Aset (PPA).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Seperti diberitakan sebelumnya, Merpati masih belum mendapatkan kepastian soal suntikan dana pemerintah Rp 600 miliar yang rencananya bakal cair tahun ini. Dana tersebut akan digunakan maskapai pelat merah itu untuk restrukturisasi.

Dengan adanya sunttikan dana itu, Merpati memprediksi bisa catat laba di 2012, dengan kisaran Rp 181 miliar. Dalam berapa periode terakhir ini Merpati terus merugi, kecuali pada 2009, yang untung Rp 16,617 miliar (audited).

Sepanjang tahun ini Merpati diperkirakan masih merugi Rp 146 miliar. Pasalnya kinerja Merpati masih masuk dalam program restrukturisasi dan revitalisasi PPA.

Sebagai gambaran, kebutuhan pendanaan Merpati mencapai Rp 618,598 miliar. Rp 600 miliar diantaranya, didapat dari suntikan dana pemerintah. Hanya Rp 18,598 miliar yang diambil dari pos kas internal.

Dirut Merpati Sumringah

Pada kesempatan yang sama, Direktur Utama Merpati Sardjono Jhony Tjitrokusumo terlihat 'sumringah' setelah persetujuan PMN tersebut. Wajah berseri-seri tersebut terlihat seusai dirinya dimintai keterangan oleh sejumlah wartawan usai raker.

"Belum, belum dapat, masih panjang, prosesnya kan masih harus ke Komisi XI, kemudian ke Badan Anggaran. Jadi prosesnya panjang. Tapi saya bersyukur Komisi VI sudah setuju," ucap Jhony sambil tersenyum.

Katanya, dari dana yang sebesar Rp 561 miliar tersebut, sebanyak Rp 320 miliar akan digunakan Merpati untuk merevitalisasi alat produksi dan penambahan beberapa armada baru.

"Jadi, dari dana tersebut, ini sudah terstruktur rinciannya akan digunakan untuk apa saja, Sudah disusun Rp 561 miliar ini untuk apa saja," tuturnya.

Sedangkan sisa dana yang akan digunakan untuk program revitalisasi perusahaan BUMN aviasi tersebut akan digunakan juga untuk beberapa hal lainnya.

"Sisanya untuk macem-macem, untuk pembayaran utang, untuk pembiayaan menutupi defisit cash flow dan sebagainya," lanjut Jhony.

(ang/dnl)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads