Wakil Menteri Pertanian Bayu Krisnamurthi mengatakan opsi impor beras hanya lah salah satu yang dipertimbangkan pemerintah untuk mengantisipasi produksi beras nasional yang tak sesuai target. Menurut Bayu semua instrumen akan ditempuh pemerintah untuk mengamankan pasokan beras di dalam negeri.
"Semua instrumen akan dipakai, kalau memang impor ya harus impor. Jangan ragu-ragu," kata Bayu saat ditemui di sela-sela acara obrolan santai Gerakan Gemari Buah Lokal, di Jakarta, Senin (4/7/2011).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Nanti akan diputuskan, kalau makin cepat makin baik, untuk impor," katanya.
Seperti diketahui Badan Pusat Statistik (BPS) merilis Angka Ramalan II (ARAM II) produksi padi 2011 mencapai 68,47 juta ton Gabah Kering Giling (GKG), naik 2,4% atau 1,59 juta ton dibandingkan produksi padi 2010 yang sebanyak 66,47 juta ton. Padahal target produksi beras untuk menghindari terjadinya impor beras tahun ini adalah minimal 5% atau 70,6 juta ton GKG.
Periode akhir 2010 dan awal tahun 2011 Perum Bulog telah melakukan pengadaan beras melalui impor sebesar 1,848 juta ton hingga 5 April 2011. Angka tersebut sama dengan 92,51% dari izin impor pemerintah yang dijatahkan hingga 2 juta ton. Izin impor beras itu telah berakhir tanggal 31 Maret 2011.
(hen/dnl)










































