Pemerintah Kembali Buka Opsi Impor Beras Tahun Ini

Pemerintah Kembali Buka Opsi Impor Beras Tahun Ini

- detikFinance
Senin, 04 Jul 2011 17:13 WIB
Pemerintah Kembali Buka Opsi Impor Beras Tahun Ini
Jakarta - Pemerintah nampaknya akan kembali mengambil opsi impor beras tahun ini. Meski belum menjadi keputusan, pembahasan ke arah itu akan dilakukan.

Wakil Menteri Pertanian Bayu Krisnamurthi mengatakan opsi impor beras hanya lah salah satu yang dipertimbangkan pemerintah untuk mengantisipasi produksi beras nasional yang tak sesuai target. Menurut Bayu semua instrumen akan ditempuh pemerintah untuk mengamankan pasokan beras di dalam negeri.

"Semua instrumen akan dipakai, kalau memang impor ya harus impor. Jangan ragu-ragu," kata Bayu saat ditemui di sela-sela acara obrolan santai Gerakan Gemari Buah Lokal, di Jakarta, Senin (4/7/2011).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Beberapa yang menjadi pertimbangan pemerintah untuk kembali mengangkat opsi impor beras, terkait kemampuan produksi, harga dan stok beras di dalam negeri, juga kemampuan serapan beras oleh Bulog. Namun kata Bayu, hal ini masih harus dibahas ditingkat menteri perekonomian yang akan memutuskan atau sebaliknya.

"Nanti akan diputuskan, kalau makin cepat makin baik, untuk impor," katanya.

Seperti diketahui Badan Pusat Statistik (BPS) merilis Angka Ramalan II (ARAM II) produksi padi 2011 mencapai 68,47 juta ton Gabah Kering Giling (GKG), naik 2,4% atau 1,59 juta ton dibandingkan produksi padi 2010 yang sebanyak 66,47 juta ton. Padahal target produksi beras untuk menghindari terjadinya impor beras tahun ini adalah minimal 5% atau 70,6 juta ton GKG.

Periode akhir 2010 dan awal tahun 2011 Perum Bulog telah melakukan pengadaan beras melalui impor sebesar 1,848 juta ton hingga 5 April 2011. Angka tersebut sama dengan 92,51% dari izin impor pemerintah yang dijatahkan hingga 2 juta ton. Izin impor beras itu telah berakhir tanggal 31 Maret 2011.


(hen/dnl)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads