Hal ini disampaikan oleh Menteri Pertanian Suswono ketika ditemui di kantor Menko Perekonomian, Jalan Lapangan Banteng, Jakarta, Senin malam (4/7/2011).
"Panen raya diperkirakan Maret-April, dan biasanya itu (impor) 2 bulan setelah panen," kata Suswono.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Laporan BPS kan Aram-nya 2,4% diperkirakan surplusnya 5 juta ton, itu sisi produksi. Kalau impor itu kaitannya di Bulog karena Bulog harus punya kemampuan sewaktu harga tinggi untuk Operasi Pasar (OP)," jelas Suswono.
Selain itu, Suswono menilai tahun ini kemampuan Bulog untuk menyerap beras dari dalam negeri tidak optimal. Sementara panen raya padi saat ini tidak seperti dulu karena perubahan iklim yang menyebabkan panen raya mundur waktunya.
"Yang jelas melihat posisi Bulog yang hampir sama dengan tahun lalu, untuk pengamanan impor jalan," tukasnya.
Sebelumnya, Bulog telah melakukan pengadaan beras melalui impor sebesar 1,848 juta ton hingga 5 April 2011. Angka tersebut sama dengan 92,51 persen dari izin impor pemerintah yang dijatahkan hingga 2 juta ton.
(dnl/qom)











































