Newmont Tak Bagi Dividen Hingga 2014

Newmont Tak Bagi Dividen Hingga 2014

- detikFinance
Selasa, 05 Jul 2011 16:04 WIB
Newmont Tak Bagi Dividen Hingga 2014
Mataram - Manajemen PT Newmont Nusa Tenggara (NNT) telah menyampaikan proyeksi bisnis mereka hingga 2014 pada para pemegang saham. Perseroan berencana tidak akan membagikan dividen selama empat tahun hingga 2014.
 
"Manajemen telah menyampaikan proyeksi hingga 2014. Rencananya, tidak akan ada dividen yang akan dibagi selama empat tahun," kata Andy Hadianto, Direktur Utama PT Daerah Maju Bersaing (DMB) di Mataram, Selasa (5/7/2011).
 
DMB bersama Multicapital, anak usaha Bumi Resources milik Group Bakrie bergabung membentuk PT Multi Daerah Bersaing (MDB) dan sejak Maret 2010 memiliki 24% saham PTNNT.
 
Andy mengatakan, proyeksi bisnis itu telah disampaikan perseroan saat RUPS yang diselenggarakan 28 Juni lalu di Jakarta. Andy hadir dalam rapat itu sebagai salah satu komisaris MDB.
 
Menurut Andy, perseroan memutuskan tidak membagi dividen untuk kepentingan eksplorasi temuan baru di Blok Elang-Dodo, di Kabupaten Sumbawa. Eksplorasi terhenti sejak 2005 silam, dan menurut rencana akan mulai dilanjutkan September 2011 ini.
 
Temuan sementara, cadangan emas dan tembaga di Blok Elang - Dodo, jauh lebih besar dibanding cadangan tambang Batu Hijau di Sumbawa Barat, yang saat ini tengah eksploitasi.
 
Menurut Andy, langkah perseroan yang tak akan membagikan dividen hingga 2014, tentu akan berpengaruh terhadap penerimaan Pemda NTB. Tahun 2010 misalnya Pemda NTB menerima dividen US$ 30 juta atau setara Rp 256,890 miliar.
 
Kendati begitu, Andy mengatakan, pemerintah daerah masih akan mendapatkan dana setidaknya US$ 4 juta dari Multicapital. Sesuai perjanjian saat eksekusi saham Newmont. Multicapital harus memberikan dana itu pada daerah, jika PTNNT memutuskan tidak membagi dividen.
 
"Itu terjadi pada tahun 2009, saat MDB sudah memiliki 10% saham Newmont, tapi tidak mendapat dividen tahun itu," kata Andy.
 
Secara terpisah, Gubernur NTB, Muhammad Zainul Majdi menginginkan agar manajemen PTNNT membicarakan secara detail proyeksi bisnis perseroan. Sebab kata dia, ada dugaan manajemen tidak membagikan dividen karena ada pinjaman senilai US$ 600 juta.
 
"Jangan sampai pinjaman yang US$ 600 juta itu menimbulkan cost, dan pemilik saham, termasuk juga pemda tidak dapat dividen. Pertanyannya, apakah betul tidak bisa bagi dividen karena pinjaman itu," katanya.
 
Bulan lalu, PTNNT dapat utang US$ 600 juta dari konsorsium 16 bank yang dipimpin PT Bank Mandiri Tbk, BNP Paribas dan Sumitomo Mitsui Banking Corporation (SMBC). Dananya akan digunakan NNT untuk belanja modal dan operasinal tambang emas dan tembaga di Batu Hijau.

(qom/qom)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads