38 Daerah Kantong TKI Dapat Pengawasan Khusus

38 Daerah Kantong TKI Dapat Pengawasan Khusus

- detikFinance
Rabu, 06 Jul 2011 11:22 WIB
38 Daerah Kantong TKI Dapat Pengawasan Khusus
Jakarta - Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi akan melakukan pembinaan khusus terhadap 38 wilayah kantong TKI dalam rangka meningkatkan penciptaan lapangan kerja. Sebanyak 38 daerah ini selama ini menjadi lumbung penyuplai TKI khususnya sektor penata laksana rumah tangga (pembantu).

Tercatat beberapa wilayah yang menjadi kantong-kantong TKI antaralain di Jawa Barat yaitu Cirebon, Indramayu, Subang, Cianjur, Sukabumi, dan lain-lain. Sementara di Jawa Timur antaralain Malang, Ponorogo, untuk wilayah Nusa Tenggara Barat diantaranya Lombok Tengah dan Timur dan lain-lain.

"Sesuai dengan arahan Presiden SBY, pihak Kemenakertrans pun melakukan semua upaya untuk menciptakan lapangan pekerjaan yang lebih luas bagi masyarakat. pemberdayaan ekonomi calon TKI, TKI Purna, dan keluarga TKI menjadi salah satu prioritas pemerintah saat ini. Dengan telah tersedianya lapangan pekerjaan yang baru di dalam negeri nantinya mereka diharapkan tidak berniat lagi bekerja ke luar negeri," kata Menakertrans Muhaimin Iskandar dalam keterangan tertulisnya, Rabu (6/7/2011).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Muhaimin menjelaskan Pemberdayaan masyarakat di 38 kantong TKI dilakukan melalui penguatan berbagai kegiatan dan program-program yang mendekatkan pada potensi daerah asal TKI, yaitu, Wirausaha Baru, Teknologi Tepat Guna, Padat Karya Produktif, Desa Produktif, Mobil Terampil, Rumah Terampil, Program Link and Match dengan Kemendiknas, Peningkatan peran perbankan dalam program Kredit Usaha Rakyat (KUR) TKI dan pelayanan remitansi.

Selain itu Kemenakertrans pun meningkatkan kualitas pelatihan kerja, juga akan menggalakkan program sertifikasi untuk menghasilkan tenaga kerja yang kompetendan melakukan standarisasi kualitas tenaga kerja dengan menggunakan acuan standarisasi internasional.

"Saat ini kita tengah melakukan revitalisasi Balai Latihan Kerja (BLK) untuk meningkatkan keterampilan dan keahlian para pencari kerja sebelum mereka memasuki dunia kerja agar mampu memenuhi kualifikasi yang dibutuhkan perusahaan/pasar kerja” kata Muhaimin.

Berdasarkan data Kemenakertrans di 2011, jumlah Balai Latihan yang sedang beroperasi adalah 237 Balai Latihan milik Pemerintah Propinsi/Kabupaten/Kota terdiri dari 195 Balai Latihan Kerja Industri, 18 Balai Latihan Ketransmigrasian dan 24 Balai Pengembangan Produktivitas.

Sedangkan Kemenakertrans mengelola 18 Balai Latihan yang terdiri dari 11 Balai Latihan Kerja Industri, 6 Balai Latihan Ketransmigrasian dan 1 Balai Pengembangan Produktivitas.

Di samping itu, saat ini sedang dibangun 58 BLK yang belum beroperasi karena menunggu kesiapan infrastruktur terutama kelengkapan gedung workshop, peralatan pelatihan dan instruktur. Dengan demikian apabila seluruh BLK yang telah dibangun dan beroperasi maka seluruhnya akan menjadi 313 Balai Latihan.

Muhaimin hari ini melakukan kunjungan kerja ke Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT). Dalam kunjungan ke Kupang, NTT pada Rabu (6/7/2011) Muhaimin Iskandar berkenan membuka secara resmi Gerakan Penanggulangan Pengangguran dan Nakertrans Expo Tahun 2011.

Penyelenggaraan Nakertrans Expo ini menunjukkan komitmen serta tanggung jawab bersama antara pemerintah daerah dan pemerintah pusat dalam mengatasi permasalahan di bidang Ketenagakerjaan dan Ketransmigrasian.

Pada 2011, Kemenakertrans menargetkan penempatan tenaga kerja dalam negeri sebanyak 2,47 juta. Muhaimin optimistis target tersebut dapat dipenuhi asal momentum pertumbuhan ekonomi sebesar 6,1% bisa tetap terjaga, bahkan diharapkan terus naik secara positif.

"Ada lima prioritas perencanaan penempatan pekerja 2011 meliputi sektor pertanian, industri, konstruksi, perdagangan, dan jasa. kita fokus program kinerja kepada sektor-sektor pemberdayaan masyarakat dalam upaya memperluas kesempatan kerja dan menyerap pengangguran," kata Muhaimin.
(hen/dnl)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads