BI Sindir Target Ekonomi Pemerintah Terlalu Konservatif

BI Sindir Target Ekonomi Pemerintah Terlalu Konservatif

- detikFinance
Rabu, 06 Jul 2011 12:43 WIB
BI Sindir Target Ekonomi Pemerintah Terlalu Konservatif
Jakarta - Bank Indonesia (BI) menilai target pertumbuhan ekonomi versi pemerintah di 6,5% terlalu konservatif. Bank sentral melihat pertumbuhan ekonomi bisa mencapai 6,6% di 2011.

"Pertumbuhan ekonomi kami praktis tidak jauh berbeda. Kami melihat pertumbuhan ekonomi di 6,6% masih tercapai sehingga terlalu konservatif jika hanya 6,5% karena kalau mau didorong ke 6,6% juga masih bisa," ungkap Gubernur BI Darmin Nasution disela rapat dengan DPR dan Pemerintah di Gedung DPR, Jakarta, Rabu (6/7/2011).

Dijelaskan Darmin, pertumbuhan ekonomi bisa mencapai 6,6% setelah melihat iklim yang tidak terlalu ekstrim tahun ini.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Di tempat yang sama Wakil Menteri Keuangan Anny Ratnawati mengatakan pertumbuhan ekonomi tahun 2011 hanya bisa mencapai 6,5%.

"Pertumbuhan ekonomi diperkirakan tumbuh 6,5%, lebih tinggi dari asumsi APBN 2011 sebesar 6,4% yang didukung oleh membaiknya kinerja ekspor dan investasi," ujarnya.

Sebelumnya pemerintah mengasumsikan pertumbuhan ekonomi dalam APBN sebesar 6,4%. Sejalan dengan membaiknya perekonomian global dan domestik, terjadi perubahan dalam perkiraan sumber-sumber pertumbuhan produk domestik bruto (PDB) 2011.

"Sumber-sumber pertumbuhan PDB 2011 antara lain konsumsi masyarakat 4,9%, konsumsi pemerintah 5,1%, PMTB 9,5%. Juga dari ekspor 14,1% dan impor 17,3%," kata Anny.

Ia melanjutkan, ekspor dan impor menunjukkan kinerja yang positif. Ekspor komoditi minyak dan gas (migas) dan non migas menunjukkan tren peningkatan. Pada bulan Mei 2011, total ekspor Indonesia mencapai US$ 18,3 miliar atau tumbuh 33,4% dari posisi akhir tahun 2010. Sementara total impor Indonesia sebesar US$ 14,8 miliar atau tumbuh 33,9% dari Desember 2010.

"Perkiraan pertumbuhan PDB 2011 akan menjadi pertumbuhan tertinggi sejak krisis tahun 1997/1998," katanya.

(dru/dnl)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads