Demikian disampaikan Direktur Utama PTDI, Budi Santoso di kantor Kementerian BUMN, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Rabu (6/7/2011). "Kontrak kami yang masih harus di-deliver sekitar Rp 3 triliun. Target kami Rp 2 triliun terealisasi tahun ini," katanya.
Kontrak tersebut, lanjut Budi, pengadaan dua unit pesawat CN 235 ke Korea, serta komponen untuk pesawat komersil Airbus 320 dan 380. Ini masih ditambah sebagian dari tiga unit pesawat patrol maritim dari TNI-AL.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Budi menambahkan, perseroan memang dalam kondisi kekurangan modal. Untuk itu kesepakatan kerja sama dengan Airbus Military (CASA) diharapkan dapat memperluas pasar industri dirgantara dan dapat bersaing di kawasan Asia Pasifik.
"Dengan cara pengembangan dan pemutakhiran produk dapat membuka pasar-pasar baru bersama mitra strategis," tuturnya.
Program revitalisasi dan restrukturisasi PTDI pun terus berjalan. DPR juga telah menyetujui program penyelamatan PTDI, dalam bentuk PMN non cash Rp 3,8 triliun di 2011, serta Rp 2,06 triliun di 2012.
"PTDI kan butuh dana Rp 5,8 triliun. Ada konveri utang yang lama Rp 3,8 triliun, yaitu utang kepada pemerintah. Utang ini dikonversi menjadi modal. Namun angka ini harus diharmonisasi dengan Kementerian Keuangan," papar Dirut PPA, Boyke Mukijat.
"Juga ditambah dengan PMN cash Rp 2 triliun. Kalau setuju nanti Rp 675 miliar ditarik, atau dipakai untuk project financing. PPA akan support dan menjadi sehat dan akan bankable," pungkas.
(wep/ang)











































