Pemerintah Siapkan Kampanye Gerakan Minum Madu Lokal

Pemerintah Siapkan Kampanye Gerakan Minum Madu Lokal

- detikFinance
Rabu, 06 Jul 2011 18:19 WIB
Pemerintah Siapkan Kampanye Gerakan Minum Madu Lokal
Jakarta - Pemerintah menyiapkan gerakan melestarikan dan gemar meminum madu lokal Indonesia. Menteri Kehutanan Zulkifli Hasan direncanakan akan mencanangkan Pekan Madu Nasional I 2011 di Lombok, Nusa Tenggara Barat 11 Juli 2011.

Kepala Pusat dan Informasi Kehutanan Kementerian Kehutanan Masyhud mengatakan pencanangan tersebut untuk membudayakan dan melestarikan madu sebagai salah satu bahan pangan yang menyehatkan, memperkenalkan produk madu Sumbawa sebagai salah satu sentra madu nasional dan internasional, memperkuat citra produk madu Sumbawa dan menumbuhkan kebanggaan masyarakat terhadap hasil produk dalam negeri, serta memperluas sentra produksi madu di daerah lain.

Menurutnya Pekan Madu Nasional I 2011 dilaksanakan 11-15 Juli 2011 meliputi pameran produk madu, pekan promosi madu, temu usaha madu, serta gebyar minum madu 10.000 orang.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Masyhud mengatakan acara Gebyar Minum Madu 10.000 orang ini akan dicatat MURI sebagai Gerakan Minum Madu Terbanyak se-Indonesia, dan dilaksanakan serentak di empat titik dipimpin Menteri Kehutanan menggunakan video teleconference.

"Kementerian Kehutanan telah menetapkan madu khas Nusa Tenggara Barat yaitu Madu Sumbawa sebagai Hasil Hutan Bukan Kayu Unggulan Nasional. Kabupaten Sumbawa juga ditetapkan sebagai Lokasi Pengembangan Klaster Madu melalui keputusan Dirjen Rehabilitasi Lahan dan Perhutanan Sosial No. SK.22/V-BPS/2010 tanggal 18 Juni 2010," kata Masyhud dalam keterangan tertulisnya, Rabu (6/7/2011).

Ia menambahkan Pekan Madu Nasional bertujuan sebagai strategi dan langkah terobosan untuk lebih memperkuat citra produk Madu Sumbawa di pasar lokal, regional, nasional dan internasional. Selain itu, untuk menggugah kesadaran masyarakat untuk lebih memanfaatkan madu sebagai sumber gizi sehingga mampu membentuk masyarakat yang sehat dan berdaya saing tinggi di tingkat internasional.

"Budidaya madu sejalan dengan strategi pembangunan ekonomi KIB II yang berpotensi meningkatkan ekonomi, menurunkan pengangguran, mengurangi kemiskinan, dan perbaikan kualitas lingkungan hidup dan ketahanan pangan," katanya.
(hen/dnl)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads