SBY Ingin Orang Indonesia Jadi Otak Pemikir Jembatan Selat Sunda

SBY Ingin Orang Indonesia Jadi Otak Pemikir Jembatan Selat Sunda

- detikFinance
Rabu, 06 Jul 2011 21:08 WIB
SBY Ingin Orang Indonesia Jadi Otak Pemikir Jembatan Selat Sunda
Jakarta - Presiden SBY ingin proyek Jembatan Selat Sunda (JSS) diotaki oleh orang Indonesia. Namun pengerjaan proyeknya boleh bekerjasama dengan pihak asing.

Hal ini disampaikan oleh Menko Perekonomian Hatta Rajasa tentang hasil rapat koordinasi evaluasi implementasi masterplan percepatan dan perluasan pembangunan ekonomi (MP3EI) di Kantor Setneg, Jalan Majapahit, Jakarta, Rabu (6/7/2011).

"Untuk pemikiran Jembatan Selat Sunda, otak dan ikon harus orang Indonesia. Boleh kerjasama pihak asing, tapi semua otak pemikirnya orang Indonesia," jelas Hatta.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Jembatan Selat Sunda akan menghubungkan pulau Jawa dan Sumatera. Jembatan yang akan menjadi salah satu terpanjang di dunia itu diperkirakan menelan investasi hingga lebih dari Rp 100 triliun. Pemerintah saat ini masih terus melakukan kajian untuk pembangunan jembatan tersebut.

Pemerintah optimistis dapat memulai peletakan batu pertama pembangunan Jembatan Selat Sunda (JSS) di akhir 2013.

Dalam kesempatan itu, Hatta mengatakan proyek MP3EI yang sudah mulai berjalan nilainya lebih dari Rp 400 triliun.

"Itu sudah banyak dan terdiri atas BUMN, yang mendekati angka Rp 1.000 triliun yang akan ground breaking tahun ini," kata Hatta.

Selain itu, Hatta juga mengatakan pemerintah akan mengeluarkan aturan insentif pajak bulan ini, termasuk tax holiday.

Hatta menyampaikan, dalam rapat progres MP3EI, Presiden SBY menginginkan RUU pengadaan tanah selesai dengan segera. Karena ini yang ditunggu-tunggu oleh para investor untuk pembangunan infrastruktur.

"Di dalam hal yang berkaitan apabila dirasakan presiden perlu ada perbaikan, maka kita lakukan perbaikan. Misalnya yang terkait dengan hambatan di dalam proses tender dengan tetap pertahankan revisi kita lakukan. Yang penting cepat di dalam ambil keputusan," tambah Hatta.

(dnl/dnl)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads