Salah satu pedagang beras di Pasar Induk Cipinang, Zulkifli mengaku beras mutu rendah dengan harga di bawah Rp 5.000 sangat sulit ditemukan karena pasokannya di pasar memang sudah langka.
"Sekarang beras untuk menengah ke bawah gak ada. Mana ada, siapa yang bisa temukan beras harga Rp 5.000 (per kg), enggak ada. Seperti Vietnam 25% dan Thailand 25%, itu yang enggak ada," katanya kepada beberapa wartawan di Pasar Induk Cipinang Kamis (7/7/2011).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Zulkifli menambahkan, beras dengan mutu baik masih banyak tersedia di pasaran, namun, harganya relatif lebih mahal. Hal ini diyakini karena panen beras masih akan terjadi dalam waktu dekat ini.
"Kalau yang dari Rp 6.000 (per kg) ke atas itu masih banyak, panen di daerah masih ada," tambahnya.
Zulkifli berharap, apabila pemerintah mengeluarkan kebijakan dengan mengeluarkan beras murah dan kebijakan impor beras, harga beras di pasar akan terjaga.
"Makanya hari ini Bulog keluarkan beras dengan harga Rp 6.300 mudah-mudahan harga itu terhenti dan tertahanlah dengan adanya impor," tuturnya.
Sebelum berbicara dengan wartawan, Zulkifli sempat mencoba berbicara dengan Menteri Perdagangan yang hadir dalam inspeksi pasar di Pasar Induk Cipinang, tapi usaha itu dihalang-halangi oleh pihak keamanan.
(ade/ang)











































