Menteri Kelautan dan Perikanan Fadel Muhammad mengungkapkan kawasan Uni-Eropa menginginkan pasokan ikan yang memiliki kualitas yang baik.
"Ada keinginan dari Uni-Eropa agar barang-barang kita, terutama ikan memenuhi standar jadi mereka kasih bantuan," katanya dalam jumpa wartawan setelah acara penandatangan kerja sama Indonesia dengan Belanda tentang pemasaran ikan di Hotel Borobudur, Jakarta, Kamis (7/7/2011).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kita ingin meningkatkan ketahanan pangan dan bagaimana pengiriman pangan berkelanjutan," jelasnya.
Fadel menyayangkan industri perikanan dalam negeri masih memiliki banyak kendala, terutama dalam masalah teknologi. Menurut Fadel, dengan bantuan dari pemerintah Belanda ini diharapkan dapat memberikan dampak positif.
"Kami yakin pasar Eropa sangat penting bagi produk ekspor perikanan di Indonesia," tuturnya.
Bantuan kerja sama yang berasal dari Belanda, kata Fadel, meliputi manajemen pemasaran luar negeri, pelatihan program pemasaran luar negeri, seafood service center dan pengembangan sistem rantai dingin di pelabuhan perikanan.
Di tempat yang sama, Menteri Kerja Sama Luar Negeri Internasional Kerajaan Belanda Ben Knapen mengungkapkan, bantuan bernilai 100 juta Euro itu tidak akan diberikan dengan cuma-cuma. Namun, harus ada timbal balik yang harus dikerjakan oleh pihak Indonesia.
"Belanda tidak akan menyerahkan begitu saja uang tersebut, tetapi harus ada program-program," ujarnya
Ben menambahkan, dana yang diberikan dari pihak Belanda akan dicarikan juga dari pihak swasta.
Setelah melakukan penandatanganan ini, Ben Knapen akan mengunjungi PT Dharma Samudera Fishing Industries untuk melihat pengolahan ikan serta berdiskusi dengan peserta ekspor coaching program yang dibantu CBI dalam pengembangan ekspor ke Uni-Eropa, seperti PT Toba Surimi, PT Multi Sari Makasar dan SSC.
(ade/hen)










































