Dirjen: Pegawai Nakal Tak Ada Ampun di Bea Cukai!

Dirjen: Pegawai Nakal Tak Ada Ampun di Bea Cukai!

- detikFinance
Kamis, 07 Jul 2011 16:35 WIB
Jakarta - Dirjen Bea dan Cukai Agung Kuswandono mengatakan tak akan memberikan ampun bagi pegawai-pegawainya yang melakukan KKN (Korupsi, Kolusi dan Nepotisme). Sampai saat ini sudah banyak pegawai Bea Cukai yang kena sanksi.

Hal ini disampaikan oleh Agung saat ditemui di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (7/7/2011).

"Tindakan yang mengkhianati tugas dan sumpahnya, maka tidak ampun lagi bagi mereka-mereka ini di Bea Cukai," tegas Agung.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sudah berapa pegawai yang terkena sanksi sampai saat ini? "Banyak. Nanti datanya saya kasih ya," jawab Agung.

Dikatakan Agung, dirinya bakal mengawasi dan menindaklanjuti setiap kelemahan pegawainya. Bahkan Agung bakal merotasi pegawainya untuk mencegah kebocoran-kebocoran.

"Istilah kebocoran itu kemungkinan potensinya ada. Kalau potensinya ada ya potensi itu dari mana sumbernya. Apakah kelemahan pegawai, kelemahan aturan. Kalau kelemahan aturan, aturan kita perbaiki. Kalau pegawai ya pegawai yang kita bina apakah dengan cara melakukan reposisi, melakukan penambahan, dan segala macem," tuturnya.

Pengawasan terhadap kebocoran-kebocoran ini dilakukan Agung karena ingin menggenjot penerimaan dari sektor Bea dan Cukai. Saat ini penerimaan bea keluar pun ditargetkan bisa naik 600% karena ekspor CPO yang tinggi.

"Karena itu kita mencegah dan meminimalisasi kebocoran. Kebocoran itu bisa karena aturan kurang jelas," kata Agung.

Untuk meningkatkan penerimaan, Agung mengatakan dirinya siap untuk berkoordinasi dengan instansi dan institusi lain seperti dengan Ditjen Pajak untuk meningkatkan pajak impor.

"Selama ini belum ada koordinasi yang bagus antara Bea Cukai dan Pajak. Ini akan kita kuatkan. Jadi kalau memberikan restitusi itu benar-benar karena barangnya sudah diekspor dan Bea Cukai bisa memberikan data yang lebih akurat," tukas Agung.
(dnl/hen)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads