Bambang beranggapan kondisi ketidakpastian sengaja dibuat untuk semakin membuat masyarakat resah karena tak beredarnya film-film Hollywood di bioskop.
"Itu pertanyaannya biasanya orang yang merasa punya kekuatan dan film belaga jual mahal, dia memanfaatkan keresahan di sini kalau film nggak masuk jadi ya dinamika masyarakat. Kamu resah nggak, bukannya tiap minggu nonton," kata Bambang saat ditemui di Gedung DPR RI, Jakarta, Kamis (7/7/2011)
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia juga mendesak agar para produsen film Hollywood memiliki kantor perwakilan di Indonesia. Hal ini bertujuan untuk mencegah adanya praktik monopoli distribusi film di Tanah Air.
Dikatakan Bambang melancarkan distribusi film merupakan salah satu cara untuk mengembangkan industri perfilman. Pemerintah berharap jumlah bioskop lebih banyak karena bisnis ini sangat menjanjikan. Ia menegaskan bisnis bioskop itu bisa tumbuh jika ada kepastian suplai film.
"Akses itu bisa terjadi kalau saya sebagai pemilik bioskop bisa ketemu Disney misalnya nawarin film Cars 2, saya mau beli puter kontrak selesai nah kalau kamu punya bioskop juga dan ketemu Disney saya juga mau dong film itu, silahkan, bayar deal selesai," jelasnya.
Seperti diketahui bea cukai kementerian keuangan telah memberikan izin kepada Omega Film sebagai importir film baru. Omega Film ini diduga kuat masih menjadi satu grup dengan 21cineplex.
Sebelumnya ada 3 importir film yang terganjal kasus bea masuk royalti impor film. Namun satu importir sudah melunasinya yaitu PT Amero Mitra yang hanya mengimpor film-film independen non Hollywood.
Sedangkan dua importir lainnya yaitu PT Camila Internusa dan PT Satrya Perkasa Esthetika belum melunasi tunggakannya. Padahal kedua importir ini merupakan mitra MPPA meliputi Columbia, Disney, Fox, Paramount, Sony, dan Warner. Ini yang menyebabkan film-film unggulan Hollywood tak bisa masuk ke dalam negeri.
Camilla dan Satriya masih terafiliasi dengan 21cineplex dan dituding melakukan monopoli karena mereka yang menguasai pasokan film-film unggulan Hollywood. Bahkan 21cineplex diduga membuat kendaraan baru untuk impor film yakni Omega Film.
(hen/dnl)











































